Langkah Kecil yang Ikhlas di Jalan Allah

Langkah Kecil yang Ikhlas di Jalan Allah
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan
www.majelistabligh.id -

Hidup adalah perjalanan panjang. Yang membuatnya berarti bukan seberapat cepat kita sampai, tetapi seberapa dekat langkah kita dengan Allah.

Langkah kecil yang ikhlas di jalan Allah bukanlah sekadar tindakan sederhana—ia adalah permata ruhani yang bisa bernilai besar di sisi-Nya. Bahkan amal yang tampak remeh, jika dilakukan dengan hati yang tulus, bisa menjadi sebab turunnya rahmat dan ridha Allah.

Langkah kecil yang ikhlas di jalan Allah memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an. Meskipun tampak sederhana, amal seperti ini bisa menjadi sangat besar nilainya jika dilakukan dengan niat yang murni. Berikut beberapa ayat yang menjadi dasar spiritual dan etis untuk amal kecil yang ikhlas:

QS. Al-Zalzalah: 7-8
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ

Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.

QS. Al-Bayyinah : 5
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).

QS. Al-Ihsan : 9
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.

Prinsip Keikhlasan dalam Amal

Menurut ulama seperti Sayyid Abu Bakar Syatha, ikhlas adalah memurnikan amal dari segala selain Allah tanpa mengharap pujian, balasan, atau pengakuan. Bahkan amal kecil bisa menjadi besar jika dilakukan semata karena Allah.

Imam Al-Qusyairi berkata:
“Ikhlas adalah rahasia antara Allah dan hamba-Nya. Malaikat tidak mengetahuinya untuk mencatatnya, setan tidak mengetahuinya untuk merusaknya, dan hawa nafsu tidak mengetahuinya untuk memalingkannya.”

Contoh Langkah Kecil yang Ikhlas
– Memberi senyuman kepada sesama
Rasulullah ﷺ bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)

– Mendoakan orang lain diam-diam
Doa yang tulus tanpa sepengetahuan orang yang didoakan adalah tanda keikhlasan yang tinggi.

– Mengambil sampah di jalan
Tindakan kecil ini bisa menjadi amal besar jika diniatkan sebagai menjaga kebersihan dan kemaslahatan umum.

– Menahan amarah dan memaafkan
Tidak terlihat oleh orang lain, tapi sangat berat dan bernilai tinggi di sisi Allah.

Cara Melatih Keikhlasan dalam Langkah Kecil

* Refleksi niat sebelum bertindak
Tanyakan: “Apakah ini untuk Allah?”

* Fokus pada proses, bukan hasil atau pujian
Nikmati amal sebagai bentuk ibadah, bukan pencapaian.

* Perbanyak doa agar diberi hati yang ikhlas
Ikhlas adalah anugerah, bukan semata hasil usaha.

* Sembunyikan amal jika memungkinkan
Amal yang tersembunyi lebih dekat dengan keikhlasan.

Apa Itu Ikhlas?
Secara bahasa, ikhlas berasal dari akar kata kh-l-sh yang berarti “murni” atau “bersih.” Dalam konteks Islam, ikhlas berarti:

Melakukan amal semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharap pujian, balasan, atau pengakuan dari manusia.

Para ulama menggambarkan ikhlas sebagai:
• Pembersihan niat dari segala bentuk pamrih duniawi.
• Keselarasan antara lahir dan batin dalam amal.
• Melupakan pandangan makhluk, dan hanya mengharap pandangan Allah.

Tingkatan Ikhlas

Ikhlas bukan sesuatu yang statis. Ia berkembang seiring dengan kejujuran hati dan latihan Ciri-Ciri Orang yang Ikhlas
• Tidak kecewa jika amalnya tidak dihargai manusia.
• Merasa cukup dengan pengetahuan Allah atas amalnya.
• Menyembunyikan amal jika memungkinkan.
• Tidak tergoda untuk memamerkan kebaikan.

Tantangan dalam Mencapai Ikhlas
Ikhlas itu berat karena:
• Ego dan keinginan dipuji sering menyelinap.
• Harapan balasan duniawi bisa mengaburkan niat.
• Lingkungan sosial mendorong pencitraan dan validasi eksternal. (*)

Tinggalkan Balasan

Search