Langkah Menuju Cinta Allah melalui Al-Qur’an

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Erfika Yunia, SAg
Peserta Sekolah Tabligh Kabupaten Wonosobo

Demi Allah, orang yang memiliki cinta sejati kepada-Nya akan memperoleh kemuliaan di dunia dan akhirat. Mereka akan mendapatkan banyak kebaikan dari Allah, dan pada hari yang sudah ditentukan-Nya, Allah akan memasukkan mereka dalam kelompok orang-orang yang dicintai-Nya.

Setiap amal yang dilakukan tanpa disertai cinta akan kehilangan ruhnya. Begitu pula, cinta yang hanya sebatas kata-kata tanpa disertai bukti nyata dianggap tidak memiliki makna yang hakiki. Jika kita ingin membuktikan ketulusan cinta kita kepada Allah, maka buktikanlah dengan amalan nyata.

Salah satu cara untuk meraih cinta Allah adalah dengan mencintai Al-Qur’an. Mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur’an adalah jalan terbesar untuk mendapatkan cinta-Nya. Para Salafus Shalih merasakan kedekatan dengan Allah melalui membaca Al-Qur’an, hingga mereka merasa rindu untuk menerima surat dari Sang Kekasih.

Hasan bin Ali RA berkata, “Sesungguhnya orang-orang terdahulu menganggap Al-Qur’an sebagai surat dari Rabb mereka, dan mereka merenungkannya pada malam hari serta mengulangnya pada siang hari.”

Namun, mencintai Al-Qur’an tidak hanya sebatas membacanya saja. Ada beberapa cara untuk membuktikan cinta kita kepada Al-Qur’an:

  1. Mentadaburinya: Cinta kepada Allah akan tumbuh melalui pemahaman dan penghayatan terhadap isi Al-Qur’an. Kadang seseorang berusaha meraih cinta Allah dengan membaca surat-surat tertentu sambil memperhatikan dan merenungi setiap ayat yang dibacanya. Dengan demikian, ia dapat merasakan keindahan dan hikmah yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Orang yang mencintai Al-Qur’an akan mencintai Allah dan Rasul-Nya, apalagi jika ia melakukannya dengan ikhlas. Sebaliknya, mereka yang enggan merenunginya akan dicela Allah sebagai orang yang memiliki penyakit dalam hati mereka, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah: 10.
  2. Mengamalkannya: Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita diberi tugas untuk menyebarkan kebaikan dan mencegah keburukan, yang salah satunya adalah dengan menjadi Ahlul Qur’an—orang yang memanfaatkan Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan mereka. QS. Ali Imran: 110 menyatakan bahwa umat Nabi Muhammad adalah umat terbaik yang memiliki tugas ini.

Siapakah sebenarnya Ahlul Qur’an? Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ibnu Majah No. 215). Ciri-ciri Ahlul Qur’an adalah:

  1. Mereka selalu semangat dalam melaksanakan amal saleh yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
  2. Mereka tidak menunda-nunda kesempatan beramal, selalu siap untuk segera melaksanakan kebaikan.
  3. Mereka mudah tergerak untuk beramal dan merasa tidak ingin kalah dalam berbuat baik.

Untuk menjadi Ahlul Qur’an, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

  1. Terus berdoa dan berprasangka baik kepada Allah.
  2. Jadikan Al-Qur’an sebagai bagian utama dalam kehidupan sehari-hari, dan rindu untuk selalu bersama Al-Qur’an.
  3. Berusaha memahami dan mentadaburi Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap langkah hidup.
  4. Sebarkan ajaran Al-Qur’an kepada umat, mulai dari mengajarkan tilawah, hafalan, hingga pemahaman isinya.

Manusia bisa dikategorikan berdasarkan seberapa intens hubungan mereka dengan Al-Qur’an, yakni:

  1. Dzalimun Linafsih: Orang yang menganiaya dirinya sendiri karena tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, bahkan sering melanggarnya.
  2. Muqtashid: Orang yang sudah beriman tetapi hanya melaksanakan sebagian isi Al-Qur’an, dan masih meninggalkan sebagian lainnya, belum sepenuhnya konsisten dalam mengikuti petunjuk Al-Qur’an.
  3. Sabiqun Bil Khairat: Orang yang sepenuhnya beriman dan mengoptimalkan interaksi mereka dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dari Ahlul Qur’an, yang memberikan perhatian besar kepada Al-Qur’an, mempraktikkannya, dan menyampaikannya kepada umat dengan penuh kasih sayang dan perhatian. (*)

Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News

Tinggalkan Balasan

Search