Lazismu Kaltim Salurkan Zakat ke 90 Mustahik, ZIS sebagai Pilar Kesejahteraan Umat

Lazismu Kaltim, Zakat, 90 Mustahik, Pilar Kesejahteraan Umat, 
www.majelistabligh.id -

Gerakan zakat nasional kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat kesejahteraan umat. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kepada 90 mustahik dalam kegiatan pentasyarufan tahap III yang digelar di Masjid Ad Dakwah, Samarinda, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program distribusi zakat yang dilakukan secara bertahap oleh Lazismu Kaltim, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kalimantan Timur dan kawasan Jalan Angklung melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sebanyak 90 penerima manfaat berasal dari beragam latar belakang, mulai dari takmir masjid, guru, anak yatim, gharim atau masyarakat yang terlilit utang, petugas keamanan, tenaga kependidikan, pengemudi ojek online, hingga kelompok fakir, miskin, dan dhuafa.

Sekretaris Lazismu Kalimantan Timur, Syekh Budi Syam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memastikan amanah zakat, infak, dan sedekah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menurutnya, sistem penyaluran bertahap yang dilakukan Lazismu bertujuan agar distribusi bantuan lebih merata serta menjangkau berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan ini adalah lanjutan dari tahap sebelumnya, sebagai upaya memperluas manfaat zakat kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketua Lazismu Kaltim, Rusfauzi Hamdi, menegaskan bahwa esensi utama dari zakat bukan hanya terletak pada nilai bantuan yang diberikan, tetapi pada semangat kepedulian sosial yang dibangun di tengah masyarakat.

“Jangan melihat nilai nominalnya, tapi rasa kepedulian. Alhamdulillah Lazismu bisa terus berbagi kepada mustahik,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk meningkatkan ibadah personal, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.

“Dengan sisa Ramadan, jangan sampai disia-siakan untuk beribadah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur bidang Lazismu dan Wakaf, Abdul Azis Muslim, menilai bahwa zakat memiliki dimensi strategis dalam membangun tatanan sosial yang lebih adil.

Ia menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pembersihan diri dan harta bagi umat Islam.

“Zakat maal membersihkan harta, sedangkan zakat fitrah membersihkan diri,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran amil sebagai penghubung antara muzakki dan mustahik. Menurutnya, amil tidak hanya berperan pasif, tetapi harus aktif dalam menghimpun dan menyalurkan zakat sesuai dengan prinsip syariah.

Lebih jauh, Abdul Azis menyampaikan harapan agar para mustahik yang saat ini menerima bantuan dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan.

“Sekarang menjadi penerima, semoga ke depan menjadi pemberi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan visi jangka panjang gerakan zakat yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberdayakan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang profesional dan terorganisir mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

Dalam konteks nasional, langkah yang dilakukan Lazismu Kalimantan Timur menunjukkan bahwa gerakan filantropi Islam memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, khususnya di momentum Ramadan.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui lembaga resmi, diharapkan distribusi bantuan dapat semakin optimal dan berdampak luas.

Melalui kegiatan ini, Lazismu tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun harapan—bahwa zakat adalah jalan menuju kemandirian umat dan kesejahteraan yang berkeadilan.(ay.1)

 

Tinggalkan Balasan

Search