Pemerintah telah resmi mengumumkan melalui sidang isbat, bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Hasil ini berbeda dengan keputusan Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Syawal 1447 jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Menanggapi perbedaan penetapan 1 Syawal di tengah masyarakat, Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah atau kerukunan.
Menurutnya, perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang wajar dalam ranah ijtihad fikih.
“Perbedaan adalah hal yang lumrah dalam ijtihad fikih. Kami menghimbau seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum untuk tetap menjaga kerukunan, saling menghormati, dan tidak memicu perdebatan yang tidak perlu di media sosial maupun di lingkungan fisik,” ujarnya, dalam keterangannya secara tertulis, Kamis (19/3/2026).
Ia menambahkan, esensi Idulfitri adalah kembali kepada fitrah serta memperkuat silaturahmi setelah menjalani ibadah Ramadan. Karena itu, perbedaan waktu pelaksanaan hari raya diharapkan tidak mengurangi kekhusyukan ibadah maupun kegembiraan umat dalam merayakan kemenangan.
PWM Muhammadiyah Jawa Timur memastikan seluruh panitia di 1.854 titik pelaksanaan telah siap menyambut jamaah.
“Insya Allah, seluruh jajaran panitia di 1.854 titik tersebut sudah siap melayani jamaah besok pagi. Mari kita laksanakan Salat Id dengan tertib, khidmat, dan tetap menjaga kebersihan lokasi setelah digunakan,” kata Sukadiono.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan, perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang lumrah dan hendaknya tidak dijadikan sebagai sumber perpecahan.
“Perbedaan adalah keniscayaan. Justru hal tersebut harus menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga keharmonisan serta saling menghormati dalam menyambut Idulfitri.
“Mari kita sambut Idulfitri dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, serta menjaga suasana yang rukun dan damai,” ucapnya. (abdul wahab)
