Lensa Hati: Melihat Kebaikan di Balik Tirai Diri

Lensa Hati: Melihat Kebaikan di Balik Tirai Diri
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“Don’t rush to judge what looks bad, because the human heart is a mirror that stores goodness behind the dust of trials “(Jangan tergesa menghakimi yang terlihat buruk, sebab hati manusia adalah cermin yang menyimpan kebaikan di balik debu ujian)”

​Setiap insan memiliki dua sisi, yang tampak terang dan yang tersembunyi. Seringkali, apa yang terlihat baik belum tentu sepenuhnya suci, dan apa yang tampak buruk belum tentu murni keburukan.

Kebaikan hakiki sering tersembunyi, menunggu waktu yang tepat untuk terungkap. Oleh karena itu, janganlah mudah menghakimi atau mengumbar aib orang lain. Allah SWT berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.“(Qs. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini mengingatkan kita untuk menjauhi tajassus (mencari-cari aib dan kekurangan orang lain), karena hal tersebut merusak persaudaraan dan menciptakan prasangka buruk.

Dalam hadis, Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ اَلدُّنْيَا, نَفَّسَ اَللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اَلْقِيَامَةِ , وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ, يَسَّرَ اَللَّهُ عَلَيْهِ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اَللَّهُ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ اَلْعَبْدِ مَا كَانَ اَلْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Artinya:
Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim No. 2699)

Hadis ini menjelaskan, Allah akan melindungi dan menutupi kesalahan seseorang di dunia dan akhirat jika ia menutup kesalahan (aib) saudaranya sesama Muslim di dunia. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan menjaga kehormatan, dan juga akan menjadikan seseorang mendapatkan pertolongan dari Allah selama ia menolong saudaranya.

Marilah kita fokus membersihkan hati dan diri sendiri, bukan sibuk menelanjangi kekurangan orang lain. Dengan menahan lisan dari menghakimi, kita telah menjaga cahaya hati dari kerusakan.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search