Lidah Seseorang Bisa Memberimu Cita Rasa Hatinya

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri

Lidah liar tak bisa dijinakkan, mereka hanya bisa dipotong. Kekerasan lidah sangat nyata, lebih tajam dari pisau mana pun. Lidah yang mengepak telah membunuh lebih banyak orang daripada badai yang pernah terjadi secara tiba-tiba. Itu jika pemilik lidah tak bisa menjinakkan.

Beda lagi jika, lidah yang tenang membuat kepala yang bijak. Lidah yang tenang membuat hidup bahagia. Mata memberi tahu, apa yang akan disembunyikan lidah. Harta paling berharga manusia adalah lidah yang hemat. Ujian terbesar dari karakter seseorang adalah lidahnya.

Lidah seseorang bisa memberimu cita rasa hatinya adalah peribahasa yang menyiratkan bahwa ucapan seseorang dapat mencerminkan isi hati atau perasaannya yang sebenarnya. Ini menekankan pentingnya menjaga lisan, menjaga lidah, karena kata-kata yang diucapkan menjadi cermin dari apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh seseorang.

Lidah atau lisan seseorang juga mengandung makna mendalam bahwa ucapan seseorang tidak bisa dilepaskan dari hati dan pikirannya. Apa yang diucapkan seseorang sering merupakan refleksi dari apa yang ada dalam hatinya.

Ungkapan ini juga menjadi pengingat untuk berhati-hati dalam berbicara, karena lidah tak bertulang, tetapi bisa menyakiti atau bahkan mematahkan hati orang lain. Kata-kata yang diucapkan dapat membawa dampak besar, baik positif maupun negatif.

Ungkapan ini juga menyiratkan bahwa hati adalah sumber dari ucapan. Jika hati dipenuhi dengan kebaikan, maka ucapan yang keluar juga akan cenderung baik. Sebaliknya, jika hati dipenuhi dengan hal-hal negatif, ucapan yang keluar juga mencerminkan kotornya hati.

Ketika seseorang memberikan pujian dengan tulus, itu bisa jadi tanda bahwa ia benar tulus, menghargai dan menyukai apa yang ia lihat.

Ketika seseorang memberikan kritik dengan cara yang membangun, itu bisa jadi tanda bahwa ia peduli dan ingin membantu orang tersebut berkembang.

Namun, ketika seseorang berbicara kasar atau menyakitkan, itu bisa menjadi tanda bahwa ia sedang marah atau menyimpan dendam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقُلْ لِّعِبَا دِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَا نَ لِلْاِ نْسَا نِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
(QS Al-Isra’ : 53)

Lidah seseorang bisa memberimu cita rasa hatinya, adalah peribahasa yang bijak. Ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam berbicara dan menyadari bahwa kata-kata yang kita ucapkan dapat menjadi cermin dari hati dan pikiran kita. Menjaga lisan adalah bagian penting dari menjaga diri sendiri dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search