LP2 PP Muhammadiyah Gelar Pelatihan Akreditasi Pesantren

LP2 PP Muhammadiyah Gelar Pelatihan Akreditasi Pesantren
www.majelistabligh.id -

Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan LabMu menggelar Pelatihan Akreditasi Pesantren Muhammadiyah 2026 di Tangerang pada Jumat–Ahad (30/10–1/11).

Langkah strategis ini ditempuh untuk memperkuat tata kelola sekaligus memastikan setiap lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Muhammadiyah memiliki standar mutu yang terukur dan berdaya saing global.

Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas unsur Unit Penjaminan Mutu, asesor internal dan eksternal, pengurus LP2 PP Muhammadiyah, panitia, serta instruktur. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari kebijakan akreditasi, tahapan pelaksanaan, instrumen penilaian, hingga simulasi pengoperasian Aplikasi Akreditasi PesantrenMu sebagai persiapan teknis menjelang visitasi.

Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar agenda administratif rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk menjaga standardisasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren secara berkelanjutan.

“Pelatihan akreditasi ini adalah wujud nyata upaya LP2 PP Muhammadiyah dalam menjaga standardisasi dan kualitas tata kelola pesantren. Kami ingin kehadiran tim akreditasi ini mampu mendorong pesantren untuk melahirkan kader persyarikatan, umat, dan bangsa yang unggul,” ujar Maskuri.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Penjaminan Mutu Pesantren Muhammadiyah yang juga Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menekankan pentingnya evaluasi yang konsisten dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Menurutnya, sistem penilaian yang terarah dan berbasis digital akan memudahkan pemetaan kualitas setiap lembaga.

“Akreditasi adalah instrumen krusial. Melalui skema penilaian yang terstruktur dan terintegrasi secara digital, kita dapat memetakan keunggulan sekaligus area yang perlu dievaluasi oleh setiap pesantren,” tutur Toni.

Ia juga berharap Pesantren Muhammadiyah dapat terus beradaptasi dengan tuntutan pendidikan nasional tanpa meninggalkan akar nilai-nilai kepesantrenannya. “Pesantren Muhammadiyah harus memenuhi standar pendidikan nasional yang holistik dan memiliki daya saing global,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, tim penjaminan mutu Pesantren Muhammadiyah akan segera menerjunkan tim asesor untuk melaksanakan visitasi ke sembilan pesantren di berbagai daerah pada 2–9 November 2026.

Agenda visitasi tersebut akan mencakup sejumlah wilayah, yakni Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Melalui rangkaian pelatihan dan visitasi ini, LP2 PP Muhammadiyah optimis dapat membangun sistem penjaminan mutu yang lebih terukur guna memperkuat kepercayaan masyarakat serta memajukan pendidikan Islam di Indonesia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search