Lurah Gajahan Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Aditya Budi Kuswanto, S.STP, melakukan kunjungan ke SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, dalam rangka memanen tanaman pakcoy hidroponik di halaman sekolah, Senin (6/4/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi perangkat kelurahan serta Ketua RW 04 Gajahan.
Panen pakcoy ini menjadi bagian dari program pemanfaatan lahan sempit di lingkungan sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Dalam keterangannya, Aditya menyampaikan bahwa metode hidroponik membuka peluang bagi masyarakat untuk bercocok tanam tanpa harus memiliki lahan luas.
“Kita belajar dari tanaman ini bahwa menanam sayur bisa dilakukan di mana saja, baik di sekolah maupun di rumah. Tidak membutuhkan lahan yang luas, cukup memanfaatkan pekarangan yang ada, kita sudah bisa menghasilkan sayuran yang sehat untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Ia menilai, langkah yang dilakukan SD Muhammadiyah 24 Gajahan merupakan contoh nyata pemanfaatan ruang terbatas secara produktif dan edukatif. Selain menghasilkan sayuran, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran langsung kepada siswa tentang pentingnya kemandirian pangan dan gaya hidup sehat.
Pemerintah Kelurahan Gajahan, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap sekolah-sekolah yang mengembangkan program serupa.
“Kami sangat mendukung sekolah yang memiliki lahan kosong untuk ditanami hidroponik. Ini menjadi contoh yang sangat baik, terutama bagi anak-anak, bahwa kita harus mampu menyediakan kebutuhan sayur di lingkungan sendiri,” katanya.
Menurut Aditya, keberhasilan program hidroponik di SD Muhammadiyah 24 Gajahan diharapkan dapat menginspirasi sekolah lain di wilayah Surakarta bahkan di luar daerah.
“Semoga ini bisa dicontoh oleh SD maupun sekolah lainnya agar memanfaatkan pekarangan untuk tanaman hidroponik seperti ini,” imbuhnya.
Kegiatan panen ini sekaligus mempertegas bahwa inovasi sederhana seperti hidroponik mampu memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi pendidikan, tetapi juga bagi ketahanan pangan dan kesadaran lingkungan di tingkat masyarakat. (Sugiharko)
