SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) bagi murid kelas 1 hingga 3 pada Jumat–Sabtu, 23–24 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Spirit Isra Mikraj: Membentuk Generasi Tangguh dan Berkarakter” sebagai upaya menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta kemandirian sejak dini.
Ketua Mabit 2026, Sri Mulyana, S.Pd menjelaskan, rangkaian kegiatan Mabit dirancang untuk membiasakan siswa menjalankan ibadah secara tertib dan penuh kesadaran. Kegiatan dimulai sejak salat Magrib, Isya, dilanjutkan salat Tahajud, Subuh berjamaah, tausyiah, hingga jalan sehat pada Sabtu pagi.
“Alhamdulillah, sejak Jumat hingga Sabtu ini SD Muhammadiyah 24 Gajahan melaksanakan Mabit dengan rangkaian ibadah dan kegiatan kebersamaan. Harapannya, kegiatan ini dapat membina keimanan dan ketakwaan siswa sehingga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” ujar Sri Mulyana.
Ia berharap kegiatan Mabit dapat terus berlanjut dan menjadi amal jariyah bagi seluruh guru yang terlibat dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Dukungan juga datang dari para wali murid. Orang tua dari Fiola murid kelas 3B, menilai Mabit memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemandirian anak. Menurutnya, anak-anak menjadi lebih mampu beradaptasi tanpa kehadiran orang tua serta semakin dekat dengan guru dan teman-temannya.
“Dengan kegiatan Mabit ini, anak-anak jadi lebih mandiri, lebih happy, dan kualitas kebersamaan dengan guru juga semakin baik. Kegiatannya seru dan sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, orang tua dari Chawa kelas 2B, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Mabit karena melatih anak untuk melaksanakan salat malam sejak usia dini. “Saya suka sekali, karena anak-anak diajari salat malam. Ini pembiasaan yang sangat baik,” tuturnya.
Antusiasme juga dirasakan para siswa. Keana, murid kelas 3B, mengaku senang mengikuti Mabit karena bisa tidur bersama teman-teman, bangun untuk salat malam, salat Subuh berjamaah, serta makan bersama.
Melalui kegiatan Mabit ini, SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, berkarakter, dan berakhlak mulia. (sugiharko sahid- kontributor surakarta)
