Madrasah Kader AMM Buduran Sidoarjo: Islam Berkemajuan Bukan Aliran Baru

www.majelistabligh.id -

Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Buduran mengadakan Madrasah Kader pada Sabtu (15/3/2025), bertempat di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. Kegiatan yang diikuti oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCM) Buduran dan Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Buduran antara lain membahas materi Islam Berkemajuan.

Acara dibuka secara resmi pada pukul 09.30 dan dipandu oleh Rizka Yulia, anggota PCNA Buduran Bidang Pendidikan dan Penelitian, yang bertugas sebagai MC. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dilakukan oleh Elang Fahri Perdana, santri Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Buduran Mugiono, M.Pd,mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Dakwah.

“Madrasah Kader AMM Buduran ini menjadi salah satu program kerja pertama yang dilaksanakan di Masjid Ar-Royyan. Semoga kegiatan ini menjadi sarana dakwah dan membawa keberkahan,” ucap beliau.

Mugiono berharap kegiatan ini dapat memakmurkan masjid dan dapat diadakan secara rutin. “Kegiatan positif seperti ini semoga tetap istiqomah dilaksanakan, jangan hanya di awal semangat tinggi, tetapi di belakang kendor,” tambahnya.

Madrasah Kader AMM Buduran Sidoarjo: Islam Berkemajuan Bukan Aliran Agama Baru
Sekretaris PCM Buduran Ridwan Manan S.Pd., M.Pd saat memaparkan Materi Islam Berkemajuan. (foto:bayu firdaus)

Ia juga mengutip ayat At-Taubah:18 yang artinya, “Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Islam Berkemajuan sebagai Materi Pembuka

Sesi materi pertama dalam Madrasah Kader AMM Buduran mengangkat tema “Islam Berkemajuan.” Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Buduran, selaku pemateri, menjelaskan bahwa istilah “Islam Berkemajuan” bukanlah aliran baru.

“Islam Berkemajuan bukan sekte atau aliran baru. Islam Berkemajuan adalah gerakan positif yang mendorong kemajuan dan perubahan yang lebih baik,” jelas Ridwan dalam pembukaan materi.

Menurut Ridwan, Islam Berkemajuan adalah upaya untuk menjawab tantangan zaman dengan cara yang universal dan tidak kaku.

“Proses dan hasil dari sesuatu yang dilakukan adalah untuk lebih dari sekadar maju, yaitu menjawab tantangan zaman dengan cara Islam yang universal dan Islam yang berkemajuan,” tambahnya.

Ridwan menguraikan beberapa prinsip dasar Islam Berkemajuan, antara lain:

  1. Tauhid yang Murni
    Salah satu misi utama Muhammadiyah adalah menegakkan tauhid yang murni. Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk berpegang teguh pada akidah yang lurus, bebas dari tahayul, relativisme agama, dan sekularisme.

  2. Memahami Al-Qur’an dan Sunnah secara Mendalam
    Muhammadiyah menekankan pentingnya beragama berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan Sunnah. Muhammadiyah tidak melarang eksistensi mazhab, tetapi tidak mengikuti satu mazhab secara dogmatis.

  3. Tajdid dalam Semua Dimensi Kehidupan
    Dunia yang terus berubah membutuhkan ijtihad dari para ulama. Ijtihad harus berfokus pada masalah konkret yang dihadapi masyarakat, dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan kemashlahatan.

  4. Wasathiyah dalam Pemikiran dan Perbuatan
    Wasathiyah, atau sikap moderat, merupakan ajaran penting dalam Islam yang mengedepankan keseimbangan di antara dua ekstrem. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ali Imran:110 yang menggambarkan umat Islam sebagai umat terbaik.

  5. Mewujudkan Rahmatan Lil ‘Alamin
    Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat baik tanpa memandang sekat agama. Islam sejak awal memproklamirkan diri sebagai agama kasih sayang yang mengajarkan umatnya untuk menyebarkan rahmat tidak hanya bagi manusia, tetapi juga untuk lingkungan dan makhluk hidup lainnya.

“Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam diharapkan mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang di tengah kehidupan masyarakat,” jelas Ridwan.

Mugiono, dalam penutupan sambutannya, berharap agar peserta Madrasah Kader AMM Buduran terus menjaga semangat dan istikamah dalam mengembangkan dakwah serta memajukan agama Islam dengan cara yang positif, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam Berkemajuan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para kader Muhammadiyah dapat menjadi pribadi yang membawa perubahan positif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Buduran, dan untuk umat Islam secara umum. (bayu firdaus)

 

Tinggalkan Balasan

Search