Sebanyak delapan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program pengabdian masyarakat di dua sekolah dasar di Thailand, yakni Yanyawit School dan Santi Witya Serong School. Kegiatan KKN ini berlangsung selama 25 hari, terhitung sejak 13 Januari hingga 6 Februari 2026, dengan fokus pada bidang pendidikan dan pengembangan siswa sekolah dasar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Dik UMS menjalankan sejumlah program kerja utama. Program pertama adalah senam mingguan yang diiringi lagu-lagu Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik siswa sekaligus mengenalkan budaya Indonesia kepada peserta didik di Thailand.
Program kedua adalah kegiatan outbound edukatif bagi siswa sekolah dasar yang dirancang dengan mengintegrasikan empat mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama Islam, Bahasa Inggris, Matematika, dan Pendidikan Jasmani.
Kegiatan KKN Dik ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Miftakhul Huda, S.Pd., M.Pd. Tim KKN diketuai oleh Flora dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dengan anggota Asyifa (PBI), Aprilliana (PBI), Nuha (PBI), Romy Adistia (Pendidikan Jasmani), Istiqomah (Pendidikan Jasmani), Nabila Dzaki Nafisah (Pendidikan Matematika), dan Vica Helzi (Pendidikan Matematika).
Flora menjelaskan bahwa mahasiswa KKN juga melaksanakan program pelatihan mengajar, di mana mereka diberi kesempatan mengajar langsung siswa sekolah dasar selama satu jam setiap hari.
“Alhamdulillah, siswa dan guru sangat antusias terhadap program KKN kami. Hal ini terlihat dari fasilitas serta kebebasan yang diberikan untuk melaksanakan seluruh program kerja. Pihak sekolah sangat suportif, para guru dan pengurus sekolah juga ramah serta selalu memberikan dukungan penuh,” ujar Flora, Senin (26/1/2026).
Hal senada disampaikan oleh Nabila Dzaki Nafisah. Ia mengungkapkan bahwa dukungan penuh juga tercermin dari sikap guru dan pengurus sekolah yang ramah dan kooperatif.
“Meskipun terdapat perbedaan bahasa, pihak sekolah tetap berupaya memahami dan memenuhi kebutuhan pelaksanaan program KKN,” tuturnya.
Melalui kegiatan KKN Dik ini, mahasiswa memperoleh berbagai pengalaman berharga, terutama dalam hal mengajar dan berinteraksi dengan siswa di lingkungan internasional.
Di Yanyawit School, program yang telah terlaksana meliputi senam mingguan yang dilaksanakan setiap hari Jumat di lapangan sekolah serta pelatihan mengajar untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar. Sementara itu, di Santi Witya Serong School, program yang telah berjalan adalah pelatihan mengajar di tingkat sekolah dasar. Adapun kegiatan outbound direncanakan akan dilaksanakan pada minggu pertama Februari 2026.
Sementara itu, Dr. Miftakhul Huda, S.Pd, MPd menyampaikan, program KKN Dik internasional ini memberikan perspektif baru serta memperluas wawasan mahasiswa terhadap sistem dan praktik pendidikan di tingkat global.
“Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan sekaligus berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan internasional,” ujarnya. (*/tim)
