Mahasiswa Telkom Surabaya Kenalkan AI dengan Cara Seru dan Islami di SDM Limas

Mahasiswa Telkom Surabaya Kenalkan AI dengan Cara Seru dan Islami di SDM Limas
www.majelistabligh.id -

Mahasiswa Universitas Telkom Kampus Surabaya menggelar kegiatan AI Fun Learning: Pengenalan Kecerdasan Buatan di Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas). Program pengabdian masyarakat untuk mata kuliah Informatika ini berlangsung pada akhir November 2025.

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 Buya Hamka dan dipandu oleh dosen pembimbing Dimas Chaerul Ekty Saputra, S.Kom., M.Sc., Ph.D. Ia membuka acara dengan mengajak siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias.

“Mari kita mengenal kecerdasan buatan ini dengan keseruan dan tetap Islami,” ujarnya.

Mahasiswa yang terlibat adalah Neisyah Nurul Alyazara Ardiansyah, Agnes Destiny Sava S., Arina Qurrata Aini, dan Muh. Aggum Nias P. Arina bertugas mendokumentasikan seluruh jalannya kegiatan.

Sesi pertama disampaikan oleh Neisyah yang membuka acara dengan perkenalan dan sapaan kepada para siswa. Ia kemudian mengajak siswa memahami materi bertajuk Mengenal Kecerdasan Buatan dengan Cara Seru dan Islami.

Ia bertanya kepada siswa, “Adik-adik ada yang tahu apa itu kecerdasan buatan?”

Neisyah menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) adalah teknologi yang membuat mesin mampu belajar dan bekerja seperti manusia. AI tidak memiliki perasaan atau kehendak; seluruh kemampuannya berasal dari data dan program buatan manusia. Karena itu, AI merupakan alat yang membantu banyak aktivitas sehari-hari.

Sesi berikutnya dipandu Aggum yang menjelaskan contoh kehadiran AI dalam kehidupan sehari-hari. Sambil menampilkan gambar melalui layar LCD, ia bertanya,

“Adik-adik, siapa yang tahu manfaat AI dalam kegiatan kita sehari-hari?”

Ia lalu menjelaskan beberapa manfaat AI, antara lain:

  • Membantu belajar lebih cepat dan menyenangkan melalui gambar, suara, atau permainan.
  • Melatih pola pikir dan pemecahan masalah melalui soal dan tantangan yang mendorong anak berpikir logis dan kreatif.
  • Mengenalkan teknologi dengan cara positif dan Islami—menggunakannya untuk kebaikan, tidak merugikan orang lain, dan tidak melalaikan ibadah.

Aggum juga mencontohkan beberapa penggunaan AI seperti aplikasi Al-Qur’an digital, Google Assistant, dan kamera HP berbasis AI. Hal ini membuat siswa memahami bahwa AI tidak hanya ada di robot canggih atau film, tetapi juga pada perangkat yang mereka gunakan setiap hari.

Selanjutnya, Neisyah kembali menekankan pentingnya bijak menggunakan teknologi. Ia menyampaikan beberapa aturan menggunakan AI, misalnya:

  • Gunakan AI untuk belajar dan mencari ilmu.
  • Bersikap sopan saat memakai fitur suara.
  • Teknologi hanyalah alat; manusia yang menentukan tujuannya.
  • Jangan sampai teknologi melalaikan kewajiban seperti salat.

“Dengan aturan ini, anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang pintar teknologi namun tetap berakhlak mulia,” ujarnya.

Pada sesi permainan, Nessy memandu dua aktivitas yang sangat disukai siswa:

  • Tebak Gambar AI

Anak-anak menebak mana gambar asli dan mana gambar buatan AI, seperti gambar Ka’bah, buah-buahan, atau anak mengaji.

  • Percobaan Teknologi AI melalui:
  • Educaplay — menebak gambar buatan AI
  • Quick, Draw! — menggambar cepat untuk ditebak AI

Nessy membawakan sesi ini dengan interaktif sehingga siswa sangat antusias mencoba teknologi AI secara langsung.

Menjelang penutupan acara, Neisyah kembali mengingatkan bahwa mempelajari AI tidak harus sulit. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan Islami, teknologi dapat dipahami sambil tetap menjunjung nilai-nilai agama.

“AI adalah alat bantu, dan kita sebagai manusia harus menggunakannya untuk kebaikan, pengetahuan, dan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya. (ali shodiqin)

Tinggalkan Balasan

Search