Mahkota Kasih: Jalan Langit Melalui Ibu

Mahkota Kasih: Jalan Langit Melalui Ibu
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Mother is the gate to the world, but she is also the key to the eternal afterlife”
“(Ibu adalah gerbang dunia, namun ia juga kunci menuju akhirat yang abadi)”

Kalimat “Surga di bawah telapak kaki ibu” bukan sekadar kiasan, melainkan pengingat bahwa rida Tuhan bersembunyi di balik senyum dan restu wanita yang telah bertaruh nyawa demi kita.

Menghormati ibu bukan tentang membalas budi karena kasihnya tak terbalas melainkan tentang memuliakan diri kita sendiri di hadapan Sang Pencipta.

Setetes air matanya adalah duka semesta, dan satu doa tulusnya mampu menembus langit ketujuh. Cintailah ia selagi ada, sebab dialah satu-satunya jembatan terdekat menuju Jannah. Allah SWT berfirman,
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا
Artinya:
​”Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak…”(Qs. Al-Isra: 23).

​Ayat ini menempatkan perintah berbakti kepada orang tua tepat setelah perintah tauhid. Ini menunjukkan bahwa penghormatan kepada orang tua (terutama ibu yang mengandung dan menyusui) adalah bentuk ibadah tingkat tinggi yang tidak bisa ditawar.

Dalam hadis, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ أُمُّكَ . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ
Artinya:
Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, Ibumu’. Dia berkata lagi, Kemudian siapa lagi? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, Ibumu. Dia berkata lagi, Kemudian siapa lagi? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, Ibumu. Dia berkata lagi, Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, Ayahmu.” (HR. Bukhari No. 5971 dan Muslim No. 2548)

Hadis ini menegaskan pentingnya bakti kepada ibu dalam Islam. Pengorbanan ibu selama kehamilan, melahirkan, menyusui, dan mendidik anak menjadi dasar dari penghormatan ini. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang anak harus senantiasa menghormati, menyayangi, dan berbuat baik kepada ibunya sebagai bentuk penghargaan atas segala jerih payah yang telah dilakukan oleh ibu sepanjang hidupnya.

Jadi, ​Memuliakan ibu adalah jalan pintas menuju keridaan Allah. Surga yang dijanjikan tidak dicapai dengan langkah kaki yang jauh, melainkan dengan merundukkan hati dan ego di hadapan wanita yang telah memberikan seluruh hidupnya untuk kita.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search