Majelis Tabligh PWM Jatim Siapkan Tiga Agenda Besar: Rakorwil, AMM, dan Fashmu 2025

www.majelistabligh.id -

Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatin bersiap menyelenggarakan tiga agenda besar yang akan mewarnai dinamika dakwah dan pembinaan keislaman.

Ketiga agenda tersebut adalah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) 2025, Akademisi Mubaligh Muhammadiyah (AMM), dan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu).

Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung pada rentang waktu Mei hingga Juni 2025.

Untuk mematangkan persiapan, Majelis Tabligh PWM Jatim menggelar rapat koordinasi internal di Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, pada Jumat (16/5/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengurus Majelis Tabligh serta panitia pelaksana dari masing-masing kegiatan.

Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jatim, Munahar, M.Pd.I, menyampaikan bahwa ketiga kegiatan tersebut bukan sekadar agenda insidental, melainkan sudah menjadi bagian dari kalender periodik Majelis Tabligh.

“Tiga agenda besar ini merupakan kegiatan rutin yang strategis, dan alhamdulillah mendapatkan respons positif dari berbagai pihak. Saat ini, kami sedang mngatur jadwalnya karena pada bulan yang sama juga digelar Rakornas Majelis Tabligh,” tegas dia

Rakorwil, AMM, dan Fashmu menjadi wadah penting untuk penguatan dakwah Muhammadiyah di berbagai level.

Rakorwil menjadi forum konsolidasi internal Majelis Tabligh Muhammadiyah se-Jawa Timur yang sangat vital. Dalam Agenda ini mempertemukan para pimpinan Majelis Tabligh dari tingkat wilayah hingga daerah untuk membahas arah dan strategi dakwah Muhammadiyah di masa mendatang.

Dalam Rakorwil nanti, akan dibahas evaluasi program sebelumnya, penyusunan rencana dakwah tahun 2025-2026, serta penguatan kolaborasi antarwilayah.

“Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan Majelis Tabligh di seluruh daerah sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam mencerahkan umat,” ujar Munahar.

Kegiatan AMM sangat strategis untuk membentuk kader mubaligh yang tidak hanya fasih dalam menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memiliki basis keilmuan yang kuat.

AMM akan melibatkan para akademisi, dosen, dan mahasiswa dari perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mengikuti pelatihan, pembinaan, dan forum ilmiah dakwah.

“Melalui AMM, kami ingin menciptakan generasi mubaligh Muhammadiyah yang mampu menjawab tantangan dakwah kontemporer dengan pendekatan keilmuan yang rasional, moderat, dan mencerahkan. Dakwah harus berbasis ilmu, bukan hanya retorika,” terang Munahar.

Sementara itu, Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) akan menjadi ajang yang penuh semangat dan keceriaan untuk anak-anak. Kegiatan ini meliputi lomba-lomba seperti tartil, azan, hafalan doa, dan lainnya.

“Fashmu adalah bentuk dakwah yang menyenangkan bagi anak-anak. Ini bagian dari investasi dakwah jangka panjang. Kita ingin anak-anak Muhammadiyah sejak dini tumbuh sebagai pribadi sholeh, cerdas, dan memiliki semangat keislaman yang tinggi,” ungkap Munahar.

Dia menambahkan, suksesnya ketiga agenda besar ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Termasuk ortom, amal usaha, dan para simpatisan Muhammadiyah.

Dia berharap seluruh elemen persyarikatan dapat bersinergi untuk menyukseskan program-program tersebut.

“Insya Allah dengan semangat kolektif, sinergi, dan niat lillahi ta’ala, ketiga agenda ini akan memberi dampak positif bagi gerakan dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur,” pungkasnya. (wh)

Tinggalkan Balasan

Search