Penguasaan teknologi
Setelah Nabi pandai memilih, dan bersih hatinya, maka Nabi naik transportasi bouraq menuju ke Baitul Maqdis. Bouraq adalah transportasi untuk sebuah perjalanan, berarti bouraq adalah lambang teknologi, alat untuk mengapai dan menguasai dunia, media khalifah Allah.
Untuk berjalan yang jauh diperlukan transportasi yang cepat seperti kilat ( makna bouraq adalah kilat) dan untuk naik ke langit diperlukan tangga, maka Nabi naik dengan Miraj (secara bahasa Miraj berarti tangga ). Penguasaan alam, penjelajahan bumi tidak mungkin tercapai tanpa dengan memakai alat sebab itu merupakan sunnatullah.
Kejayaan di atas bumi dengan alat dan teknologi, dan kejayaan akhirat juga dengan amal ibadah, seperti shalat maka shalat adalah Mi’raj bagi seorang mukmin, tetapi untuk shalat diperlukan pakaian dan lain sebagainya, maka bagi seorang muslim wajib menguasai industri konveksi, untuk haji diperlukan menguasai industri transportasi. Oleh sebab itu masyarakat muslim wajib mengasai sains dan teknologi untuk membiktikan diri sebagai khalfah Allah.
Memilih yang terbaik
Setelah disisi dengan iman, Nabi diberi sebuah pilihan dimana disodorkan antara 2 pilihan, apakah minum arak atau susu, dan pilihan yang diambil oleh Nabi adalah memilih susu. Ini menggambarkan jika manusia telah diberi iman, dibersihkan hatinya, maka dia akan memilih sesuatu yang baik untuk keperluan hidupnya, baik makanan, minuman, pakaian, dan lain sebaginya.
Tetapi jika tidak ada ilmu, dan tiada iman maka manusia akan memilih yang enak bukan yang fithrah (suci ), sebab dia akan memilih karena hawa nafsu, karena kesenangan bukan karena iman.
Memimpin Dalam Segala Bidang
Dalam Isra Miraj, Nabi Muhammad diangkat sebagai imam salat dengan seluruh Nabi yang lain menjadi makmum, sebab Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin semua Rasul (Sayyidul Mursalin). Peristiwa ini menggambarkan bahwa seorang muslim sepatutnya dengan Isra Miraj dapat menjadi pemimpin dalam segala bidang profesi, pemimpin segala zaman, dan pemimpin dunia akhirat.
Seorang muslim harus dapat membuktikan dirinya lebih baik dan lebih cemerlang dari yang lain, baik dalam bidang spiritual, pemimpin dalam ekonomi, pemimpin dalam ilmu pengetahuan, pemimpin dalam teknologi, pemimpin dalam seluruh bidang kehidupan, sebab seorang muslim adalah imam (pemimpin ) bagi masyarakat dunia.
Kebahagian Bagi Mereka Yang Berbuat Baik
Dalam perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diperlihatkan ganjaran orang yang berbuat baik seperti pahala bagi orang yang jihad di jalan Allah yang digambarkan bahwa orang yang berbuat baik akan mendapat balasan yang berlipat ganda yang digambarkan dengan mendapat hasil tanaman berulang kali. Gambaran ini memberikan keyakinan bahwa orang yang berbuat baik di dunia pasti akan mendapatkan balasan pahala dan kebahagian berlipat ganda di akhirat.
Kesengsaraan Bagi Mereka Yang Berbuat Keji
Dalam Isra Miraj juga digambarkan bahwa setiap orang yang melakukan kesalahan akan mendapatkan siksaan atas perbuatan yang dilakukannya, baik perbuatan yang berkaitan dengan ritual ibadah, seperti meninggalkan shalat, tidak berzakat, berzina, maupun dalam kejahatan dalam bidang sosial, seperti memfitnah, mencaci, menghina, sombong dan lain sebagainya. Siksaan itu bukan khayalan tetapi suatu kepastian sebab semuanya telah disaksikan oleh Rasulullah dalam Isra Miraj yang dilakukannya.
Tidak Terpengaruh Dengan Godaan
Dalam peristiwa Isra Miraj juga dapat diambil pelajaran bahwa orang yang berjaya di dunia dan di akhirat adalah mereka yang tidak mudah terpengaruh dengan segala bentuk godaan keimanan dan godaan nafsu keduniaan. Sebagaimana digambarkan bagaimana Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra dan Miraj, beliau tidak terpengaruh oleh panggilan dan seruan baik dari sebelah kiri dan sebelah kanan, dan juga dari panggilan perempuan yang cantik di depannya. Tetapi Nabi terus berjalan menuju tujuan yaitu Masjid al Aqsha.
Jibril berkata bahwa pangilan kanan dan kiri itulah panggilan dari Nasrani dan Yahudi, dan panggilan perempuan itu merupakan godaan dunia. Seorang muslim harus waspada dalam perjalanan hidup menuju Allah, sebab dia akan mendapat panggilan dan godaan dari kanan, kiri dan depan, belakang, baik godaan keimanan maupun godaan dunia.
Menjalin Silaturahmi dan Komunikasi
Dalam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Nabi-nabi yang lain seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Yahya, Idris, Yusuf, Harun, Musa, Ibrahim. Ini memberikan pelajaran kepada kita untuk tetap menjalin kemunikasi dan silaturahmi dengan semua orang. Walaupun Nabi Muhammad SAW menjadi imam dan penghulu semua Nabi, tetapi dia tetap menghargai Nabi-nabi yang lain, dan tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan mereka semua.
