Sama pula dengan makna yang terkandung di dalam firman lainnya:
{وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ}
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untuk kalian malam dan siang, supaya kalian beristirahat pada malam itu. (Al-Qashash: 73)
Yakni melakukan istirahat di malam hari.
{وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ}
dan supaya kalian mencari sebagian dari karunia-Nya. (Al-Qashash: 73)
Yaitu pada siang harinya, seperti yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya yang lain:
{وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا * وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا}
Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan. (An-Naba: 10-11)
Dalam surat ini pun Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menyebutkan melalui firman-Nya:
{وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ}
Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang hari. (Al-An’am: 60)
Maksudnya, semua pekerjaan yang kalian lakukan di siang hari.
{ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ}
kemudian Dia membangunkan kalian pada siang hari. (Al-An’am: 60)
Damir yang ada pada lafaz fihi kembali kepada siang hari, menurut apa yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, dan As-Saddi. Sedangkan menurut Ibnu Juraij, dari Abdullah ibnu Kasir, damir kembali kepada tidur, yakni dalam tidurnya. Tetapi makna yang pertama lebih kuat.
وَقَدْ رَوَى ابْنُ مَرْدُوَيه بِسَنَدِهِ عَنِ الضَّحَّاكِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَعَ كُلِّ إِنْسَانٍ مَلَكٌ إِذَا نَامَ أَخَذَ نَفْسَهُ، ويُرَد إِلَيْهِ. فَإِنْ أَذِنَ اللَّهُ فِي قَبْضِ رُوحِهِ قَبَضَهُ، وَإِلَّا رُدَّ إِلَيْهِ”، فَذَلِكَ قَوْلُهُ: {وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ}
Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan berikut sanadnya dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, dari Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) yang telah bersabda: Pada tiap orang terdapat seorang malaikat, apabila orang itu tidur, maka malaikatnya mengambil rohnya dan mengembalikannya lagi kepadanya. Dan jika Allah memerintahkan agar nyawanya dicabut, maka malaikat itu mencabut nyawanya; dan jika tidak ada perintah, maka malaikat itu mengembalikannya kepada orang itu. Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya: Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari. (Al-An’am: 60)
Adapun firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:
{لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى}
Untuk disempurnakan umur (kalian) yang telah ditentukan. (Al-An’am: 60)
Artinya, sampai kepada ajal atau batas umur yang telah ditetapkan untuk masing-masing orang.
{ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ}
kemudian kepada Allah-lah kalian kembali. (Al-An’am: 60)
Yakni kelak di hari kiamat.
{ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ}
lalu Dia memberitahukan kepada kalian. (Al-An’am: 60)
Maksudnya, menceritakan dan membeberkan kepada kalian.
{بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ}
apa yang dahulu kalian kerjakan. (Al-An’am: 60)
Yakni Dia akan mengadakan pembalasan kepada kalian atas hal tersebut. Dengan kata lain, apabila amal perbuatan kalian baik, maka balasannya baik; dan apabila amal perbuatan kalian buruk, maka balasannya buruk pula.
Firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:
{وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ}
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya. (Al-An’am: 61)
Artinya, Dialah yang menguasai segala sesuatu; dan segala sesuatu tunduk kepada keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-Nya.
{وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً}
dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga. (Al-An’am: 61)
Yaitu di antara para malaikat ada yang ditugaskan oleh Allah untuk menjaga tubuh manusia, seperti halnya yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain:
{لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ}
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. (Ar-Ra’d: 11)
Maksudnya, malaikat penjaga yang mencatat semua amal perbuatannya; sama halnya dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ *
Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian). (Al-Infitar: 10)
{عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ * مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ}
yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaf: 17-18)
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ
(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. (Qaf: 17)
Mengenai firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala):
{حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ}
sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian. (Al-An’am: 61)
Artinya, telah tiba masa ajalnya, dan maut sudah di ambang pintu.
{تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا}
ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami. (Al-An’am: 61)
Yakni oleh malaikat yang ditugaskan untuk melakukan hal tersebut (pencabutan nyawa). Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan bahwa malaikat maut (‘Izrail) mempunyai pembantu-pembantu yang terdiri atas para malaikat lainnya; mereka mencabut roh dari jasad, lalu roh dicabut oleh malaikat maut apabila telah sampai di tenggorokan orang yang bersangkutan. Hal ini akan dijelaskan dalam tafsir firman-Nya:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. (Ibrahim: 27)
