Malam bukan hanya sekedar waktu untuk melepas lelah atau merebahkan tubuh dalam tidur. Malam adalah saat paling hening untuk kembali pulang kepada Rabb-Nya.
Ketika dunia terlelap dalam tidurnya, ada jiwa-jiwa yang terbangun. Mereka berdiri di atas sajadah, dalam sunyi, sepi, dan sedang berdialog dengan Tuhan-nya.
Tidak ada ruh manusia, tidak ada sorot mata siapa pun, hanya ada hamba yang rapuh…dan Rabb yang Maha Mendengar segala resah.
Di sanalah air mata jatuh, tanpa ditahan. Isak tangis pecah dalam doa-doa yang tulus. Segala luka, lelah, harapan, dan kegelisahan, ditumpahkan kepada-Nya.
Karena seorang hamba tahu…. Tidak ada tempat mengadu yang lebih tenang selain kepada Allah.
Dan sering kali dari sajadah yang basah oleh air mata itulah, Allah menumbuhkan kekuatan baru di dalam hati.
Mengganti resah dengan ketenangan, mengganti lemah dengan harapan. Karena malam bagi para pencari Allah, bukan hanya waktu untuk tidur… Tetapi waktu untuk kembali bersimpuh dan mendekat dengan-Nya.
Barakallahu fiikum.
