Dzikir sebagai sumber kehidupan bagi hati orang orang yang beriman. Bibir tidak pernah kering untuk menyebut asma Allah SWT dan sifat sifat yang terpuji. Sedangkan pikir adalah sebuah kecerdasan spiritual untuk memikirkan ayat ayat kauniyah yang akan menyadarkan manusia agar bersifat lemah lembut dan berjiwa besar dalam menghadapi kehidupan sehari-hari di dunia walaupun banyak yang merintangi dan mencemooh dalam sains dan teknologi.
Semakin banyak pikir bagai padi semakin tunduk dan patuh kepada Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 41)
وَّ سَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
“dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 42)
Dzikir artinya mengingat Allah SWT dengan hati. Sedangkan pikir artinya memikirkan ciptaan Allah SWT dengan akal sehat sehingga terciptalah kondisi seseorang dekat dengan dzat Tuhan pencipta langit dan bumi. Antara dzikir dan pikir harus tetap menyatu untuk menjadikan seseorang menjadi Ulul albab.
Ada beberapa keutamaan dzikir dan pikir menurut ulama dan ahli-ahli ilmu untuk seorang Muslim.
Mentadaburi ayat berikut ini untuk menginspirasi agar terhubung tali iman dengan Allah SWT.
Orang orang yang tidak pernah berdzikir hatinya akan mati. Sedangkan orang orang yang tidak berpikir pikirannya bodoh mudah terbawa arus kejelekan.
1. Mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala laksana bagaikan air untuk ikan
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَا مًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَا طِلًا ۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“(yaitu) orang-orang yang senantiasa mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 191)
2. Dzikir itu merupakan makanan pokok buat ruh dan jiwa seseorang
وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَـهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ
“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 205)
