Manusia Super Kaya

Manusia Super Kaya
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Kabupaten Lamongan
www.majelistabligh.id -

Kekayaan, dari zaman ke zaman sebagai kebanggaan bagi kehidupan makhluk bernama manusia.

Dalam tataran kehidupan, kekayaan menjadi harapan setiap insan, bahkan mengejar kekayaan menjadikan mereka lupa pada dirinya. Padahal tugas kehidupan yang seharusnya untuk mengabdi pada Tuhannya menjadi terabaikan. Mereka menjadikan harta sebagai satu-satunya hal yang bernilai dalam kehidupan.

Banyak terlena dengan harta. Hal ini tentu berbedda artinya apabila dengan hartanya mereka mencari kemuliaan sebagai sarana mengabdi.

Fenomena korupsi yang menjadi suguhan berita sehari-sehari yang beredar di media massa adalah bentuk manusia serakah dalam merebut harta.

Allah Yang Maha Kuasa banyak memberi petunjuk di dalam kehidupan guna menjadi manusia yang mulia. Maka manusia tinggal memilih kaya dengan derajat mulia atau kaya dengan kehinaan.

Al Qur’an mememberi tayangan manusia super kaya, yaitu dua orang, yakni Nabi Sulaiman dan Qorun.

1. Nabi Sulaiman : Nabi Sulaiman adalah manusia super kaya, dan pandai bersyukur, sebagaimana diabadikan sifat syukurnya dalam doa, sebagaimana firman Allah SWT ;

فَتَبَسَّمَ ضَا حِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَا لَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَ دْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَا دِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.””
(QS. An-Naml 27: Ayat 19)

2. Qorun : Sedangkan Qorun manusia yang congkak, tidak mengakui anugerah dari Allah SWT., maka predikat Qorun kufur.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَا لَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْ ۗ اَوَلَمْ يَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهٖ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَّاَكْثَرُ جَمْعًا ۗ وَلَا يُسْـئَلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ

Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.”
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 78)

Dalam hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan Al-Bukhāri, bahwa maksudnya kekayaan itu adalah kekayaan hati.

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قَالَ لَيْسَ الغِنَى عَن كَثرَةِ العَرَض ،وَلكِنَّ الغِنَى غِنَى النَّفْسِ (متفقٌ عَلَيْهِ)

Artinya: Kaya itu bukanlah banyaknya harta. Namun kaya yang sebenarnya adalah kaya hati. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kandungan Hadis:
1. Kaya harta ; Kaya itu bukanlah banyaknya harta.
2. Kaya sejati ; Namun kaya yang sebenarnya adalah kaya hati.

Pelajaran yang bisa kita ambil ;
Pertama; Nabi sulaiman merupakan tokoh super kaya, kaya sejati. Memjliki nurani dermawan. Menggunakan harta untuk mendekat, menunduk pada Tuhan. Senantiasa bersyukur atas nikmat yang dianugerai Tuhan. Inilah teladan insan dalam kehidupan sebagai manusia kaya hati yang sejati, kekayaan untuk mengabdi.

Kedua Qorun; Qorun manusia super kaya yang berhati serakah. Sehinggah hartanya menghinakan dirinya. Hartanya membuat kuburan dirinya sendiri. Terjadi likuifasi dan bumi menelan semua kekayaan yang dimiliki.

Tiga; Fenomena korup merupakan diantara bagian dari Qorun masa kini sebagai hasil dari keserakahan diri, hingga dirinya pun tenggelam dalam jeruji.

Catatan ;
– Kaya dengan keserakahan akan mengubur diri sebagai cermin Qorun manusia super kaya yang tenggelam dengan kekayaannya.
– Menjadi kaya dengan penuh kesyukuran inilah keindahan hati, kaya sejati, yang tercermin pada diri Nabi Sulaiman AS.
– Manusia super kaya adalah manusia yang kaya hati pandai mensyukuri nikmat ilahi.

Do’a

رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَ دْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَا دِكَ الصّٰلِحِيْنَ, آمين

Tinggalkan Balasan

Search