Masakan Padang Jadi Menu Berbuka Komunitas Muslim Indonesia di Kanada

Desain Masjid Al-Ikhlas Centre di Edmonton, Alberta, Kanada Utara, sedang dibangun Indonesian Muslim Community of Edmonton (IMCE) bersama Cinta Quran Foundation. (ist)
www.majelistabligh.id -

Di tengah suhu yang menembus minus 10 derajat Celcius, kehangatan justru terasa dari dapur sederhana di kota Edmonton, Kanada. Komunitas Muslim Indonesia setempat berkumpul pada Ramadan 2026 ini, untuk memasak hidangan khas Padang sebagai menu berbuka puasa jemaah.

Menu yang disiapkan bukan sekadar makanan biasa. Dendeng, sayur nangka, telur dadar Padang, hingga aneka gorengan dimasak bersama dengan penuh semangat di rumah salah satu pengurus Masjid Al-Ikhlas Centre. Aroma khas masakan Padang menjadikan suasana haru teringat kampung halaman di Tanah Air.

Kegiatan memasak bersama tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung renovasi masjid. Seluruh hasil penjualan makanan disalurkan untuk membantu proses pembangunan fasilitas ibadah tersebut, yang menjadi pusat aktivitas komunitas Muslim Indonesia di kota itu.

Presiden Indonesia Muslim Community of Edmonton (IMCE), Admiral Jahimir, menjelaskan tradisi memasak bersama sudah menjadi agenda tahunan komunitas. Ia menuturkan, kegiatan tersebut juga untuk menjaga kebersamaan dan identitas warga Indonesia.

“Suasana gotong royong seperti ini membuat jamaah merasa tetap dekat dengan budaya Indonesia, khususnya tradisi berbuka yang hangat dan penuh kebersamaan,” kata Jahimir, Ahad (1/3/2026).

Masakan Padang sendiri bukan hal asing bagi jemaah Muslim di Edmonton. Banyak anggota komunitas berasal dari Sumatera Barat, sehingga cita rasa rempah yang khas menjadi bagian dari keseharian mereka. Bahkan bagi jemaah non-Minang, hidangan tersebut telah menjadi menu favorit setiap Ramadan.

Setelah makanan selesai dimasak, mereka membungkus hidangan satu per satu lalu mengantarkannya ke rumah jemaah. Di tengah udara dingin, para relawan berkeliling memastikan setiap anggota komunitas dapat menikmati hidangan berbuka.

Bagi komunitas kecil di negeri minoritas Muslim, momen seperti itu memiliki makna lebih dari sekadar makan bersama. Di balik kepulan uap masakan dan tawa yang terdengar tersimpan rasa kebersamaan.

Penggalangan dana pembangunan masjid semakin menguat setelah terjalin kolaborasi dengan Cinta Quran Foundation hampir selama satu tahun. Kerja sama tersebut dibangun atas kesamaan visi dalam meluaskan dakwah Islam dan penguatan nilai-nilai Al Quran. Berkat sinergi ini, pembelian properti senilai Rp6,7 miliar berhasil dilunasi hanya dalam waktu tiga bulan.

Meski demikian, Masjid Al-Ikhlas Centre masih membutuhkan dukungan dana sekitar Rp5,2 miliar lagi untuk menuntaskan seluruh tahapan pembangunan. Ke depan, masjid ini dirancang mampu menampung hingga 100 jemaah Muslim di Kota Edmonton dan menjadi pusat pembinaan iman serta identitas Islam generasi Muslim Indonesia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search