Masjid MI Muhammadiyah Nglencong, Sine Resmi Berdiri

Masjid MI Muhammadiyah Nglencong, Sine Resmi Berdiri
www.majelistabligh.id -

Kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Nglencong, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Pembangunan sarana ibadah baru di lingkungan sekolah tersebut akhirnya resmi diselesaikan dan diresmikan secara khidmat pada Ahad (11/10/2026).

Peresmian Masjid MI Muhammadiyah Nglencong ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sine, Drs. H. Abdul Rokhim, M.Ag. Momen peresmian ini terasa istimewa dan penuh nostalgia karena Abdul Rokhim sendiri merupakan alumnus dari sekolah dasar berbasis Islam tersebut.

Bangunan masjid berukuran 7×7 meter dengan teras 2×2 meter ini berdiri kokoh di sebelah timur gedung utama madrasah. Berada di atas tanah wakaf dari Bapak Nawir, proses pembangunan tempat ibadah ini berlangsung lancar selama tiga bulan dengan total anggaran final mencapai Rp179,45 juta dari rencana awal sebesar Rp174 juta.

Pembangunan masjid tersebut sebelumnya mendapatkan bantuan dana sebesar Rp70 juta dari negara Kuwait via yayasan Al Khoiriyah Wonogiri Jateng. Selebihnya merupakan gotong royong dari wali murid para Muhsinin dan alumni. Aya yang memberi bantuan kayu jati kebon, semen, pasir, beras gula the untuk pekerja, juga dana.

Masjid MI Muhammadiyah Nglencong, Sine Resmi Berdiri
Saat proses pembangunan

Kehadiran masjid ini diharapkan dapat menguatkan pembentukan karakter dan kebiasaan beribadah para siswa. Selain dimanfaatkan untuk salat fardhu lima waktu dan salat dhuha berjamaah, fasilitas ini dialokasikan sebagai pusat kegiatan edukasi Islam, mulai dari program tahfidz Al-Qur’an, latihan Tapak Suci (TS), bimbingan baca tulis Al-Qur’an, hingga menjadi ruang silaturahmi dan pertemuan rutin bersama wali murid.

Pihak sekolah dan panitia pembangunan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh dermawan dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan proyek ini.

“Kami menghaturkan banyak terima kasih kepada para pewakif, donatur, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan material, spiritual, tenaga, maupun pikiran. Semoga amalan jariyah Bapak dan Ibu dilipatgandakan serta mendapat balasan terbaik dari Allah Swt,” ungkap perwakilan warga.

Tonggak Sejarah dan Kaderisasi Persyarikatan

Berdirinya masjid baru ini melengkapi catatan sejarah panjang bagi MI Muhammadiyah Nglencong yang berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat Kota Ngawi. Jejak sekolah ini bermula sejak tahun 1960 melalui perintisan madrasah diniyah sore yang memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai tempat belajar.

Putera asli Nglencong yang kini aktif di Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Drs. Yoyon Mudjiono, M.Si., mengenang masa-masa awal berdirinya madrasah. Sebagai siswa angkatan pertama MIM tahun 1961, ia mengingat betul bagaimana aktivitas belajar-mengajar waktu itu berlangsung dalam keterbatasan.

“Waktu itu kami belum memiliki gedung sendiri, jadi proses belajar dari kelas satu sampai kelas enam masih menumpang di rumah warga. Jumlah muridnya saat itu 19 anak, terdiri dari 16 laki-laki dan 3 perempuan,” kenang pria yang akrab disapa Ki Yoyon tersebut.

Seiring berjalannya waktu, sekolah ini bertransformasi menjadi pusat pendidikan penting di Desa Kauman. Dari lembaga ini pula lahir kader-kader persyarikatan yang aktif menggerakkan dakwah.

Kehadiran madrasah turut mempopulerkan nama dusun Nglencong hingga melahirkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nglencong dengan kegiatan ikoniknya, Kajian Ahad PahingMu, yang dipelopori oleh Hadi Purnomo (75) sejak tahun 2009.

Dalam dinamika sejarahnya, MI Muhammadiyah Nglencong sempat berganti nama menjadi Sekolah Rakyat Islam (SRI) hingga Sekolah Dasar Islam (SDI), sebelum akhirnya kembali menggunakan nama MI Muhammadiyah.

Madrasah ini berhasil bertahan sebagai satu-satunya sekolah dasar di wilayah tersebut, bahkan ketika pemerintah gencar membangun SD Inpres pada era 1970-an. Keberadaan madrasah terselamatkan berkat diplomasi dan pendekatan politis Kepala Desa kala itu yang juga merupakan kader Muhammadiyah, sehingga SD Inpres dialihkan ke desa lain.

Kini, dengan hadirnya bangunan masjid yang representatif di komplek madrasah, MI Muhammadiyah Nglencong semakin mantap melangkah dalam membina generasi muda yang unggul secara akademis sekaligus kokoh secara spiritual. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search