Dalam rangkaian kegiatan Semarak Ramadan 1447 H, pengurus Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin Banjarmasin menggelar kegiatan tebar bingkisan lebaran untuk dhuafa, lansia, dan anak yatim pada Sabtu (14/3/2026). Sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan masjid yang beralamat di Jl. HKSN, Kelurahan Kuin Utara tersebut.
Ketua Panitia Semarak Ramadan 1447 H, H. Imam Hanafi, menjelaskan, kegiatan berbagi ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial masjid kepada masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap Ramadan. Dana yang digunakan berasal dari jamaah masjid yang ingin berbagi kebahagiaan dengan para dhuafa, lansia, dan anak yatim,” jelasnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang penghujung bulan suci Ramadan.
Paket sembako tersebut merupakan hasil donasi dan partisipasi dari para jamaah masjid yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya selama bulan Ramadan. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh para pengurus masjid kepada para penerima manfaat.
Selain kegiatan pembagian sembako, rangkaian Semarak Ramadan di masjid tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial lainnya. Sebelumnya, pada Sabtu, 21 Februari 2026, masjid mengadakan Donor darah ke-42 bertempat di teras belakang masjid bekerja sama dengan UDD Palang Merah Indonesia Kota Banjarmasin. Selain itu, pada Kamis, 12 Maret 2026, pengurus masjid juga menggelar kegiatan cukur rambut gratis yang disambut antusias oleh jamaah dan masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu, selama sepuluh malam terakhir Ramadan, masjid juga memfasilitasi kegiatan iktikaf yang berlangsung pada 21–29 Ramadan 1447 H, bertepatan dengan 9–18 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan minuman hangat, camilan, serta makan sahur bagi para jamaah yang mengikuti iktikaf di masjid.
Menurut Imam Hanafi, kegiatan iktikaf ini mendapat sambutan yang cukup besar dari jamaah. “Alhamdulillah, antusiasme jamaah cukup tinggi. Setiap malam ada sekitar 70 sampai 100 jamaah yang mengikuti iktikaf di masjid untuk memaksimalkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan.,” ujarnya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, pengurus masjid berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antarjamaah dalam membantu sesama. (arif poliban)
