Sejak awal berdirinya, semangat kemanusiaan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Muhammadiyah. Respons organisasi ini terhadap berbagai isu kemanusiaan—seperti ketika Gunung Kelud meletus pada tahun 1919—menjadi titik awal lahirnya layanan sosial dan kesehatan yang kini berkembang menjadi jaringan Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Budi Setiawan, menjelaskan bahwa perjalanan panjang Muhammadiyah dalam isu-isu kemanusiaan bermuara pada pembentukan MDMC pada tahun 2014. Pembentukan ini merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah untuk semakin profesional dalam penanganan kebencanaan.
Dua tahun kemudian, pada 2016, MDMC mengembangkan layanannya dengan membentuk Emergency Medical Team (EMT) yang mengacu pada standar internasional. EMT ini dibentuk sebagai wujud nyata visi Muhammadiyah dalam dakwah kemanusiaan di tingkat global. Kini, EMT MDMC tengah menghadapi proses verifikasi dari World Health Organization (WHO) yang berlangsung pada Sabtu-Ahad, 18–19 Oktober 2025.
Budi menyampaikan bahwa verifikasi ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan darurat di tingkat dunia.
“Dengan semangat One Muhammadiyah, One Response, kami menjalani ribuan jam pelatihan, simulasi, dan kolaborasi dengan mitra global. Semua ini menjadi bukti kesungguhan Muhammadiyah untuk memenuhi standar Field Hospital tipe 1 yang ditetapkan WHO,” terang Budi saat pembukaan agenda Verifikasi EMT Muhammadiyah Internasional yang digelar di Aula Masjid KH. Sudja’, PKU Muhammadiyah Gamping.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan MDMC tak terlepas dari dukungan solid yang datang dari berbagai elemen di lingkungan Muhammadiyah maupun mitra eksternal. Kolaborasi inilah yang menurut Budi memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Muhammadiyah tidak hanya hadir saat bencana, tetapi juga membangun ketahanan dan menyebarkan kebaikan kepada semua, sebagai bagian dari misi kemanusiaan universal,” imbuhnya.
Komitmen Muhammadiyah dalam Kemanusiaan Global
Menjelang proses verifikasi dari WHO, Budi memaparkan bahwa pada Sabtu (18/10), EMT MDMC akan menyampaikan presentasi di hadapan tim verifikator WHO. Kemudian, pada siang harinya hingga Ahad (19/10), tim WHO akan melakukan kunjungan langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian antara dokumen yang diajukan dan implementasi nyata di lapangan.
“Jika hasil verifikasi berjalan lancar dan EMT MDMC lolos penilaian, tim EMT MDMC akan menjadi tim pertama di Indonesia yang diakui secara resmi oleh WHO sebagai Emergency Medical Team Type 1, Field Hospital standards in General Medical. Ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah Muhammadiyah dan Indonesia,” katanya.
Lebih jauh, Budi menegaskan, setelah proses verifikasi selesai, MDMC akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan kapasitasnya untuk menjawab tantangan kemanusiaan global yang semakin kompleks.
“Kami akan menyiapkan diri untuk misi kemanusiaan lintas negara. Dalam EMT, kecepatan dan ketepatan pelayanan menjadi hal utama. Karenanya, kami akan terus merawat semangat dan mutu kerja ini agar semakin baik,” pungkasnya.
Langkah EMT MDMC dalam memperkuat peran Muhammadiyah di sektor kebencanaan dan kesehatan darurat internasional menandai babak baru kontribusi organisasi ini di ranah kemanusiaan global. Proses verifikasi WHO ini menjadi bukti konkret bahwa Muhammadiyah terus bergerak maju menghadirkan dakwah pencerahan yang berdampak luas, hingga ke panggung dunia. (*/tim)
