Bencana alam, non-alam, dan sosial bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia. Menyikapi hal tersebut, Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar pendampingan bagi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dari berbagai negara, seperti Mesir, Malaysia, Turki, Thailand, Jepang, Taiwan, dan Spanyol.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen kebencanaan berbasis ancaman dan risiko di luar negeri.
Sebagai bagian dari struktur kepemimpinan Muhammadiyah, MDMC memiliki peran strategis dalam upaya penanggulangan bencana, membangun ketahanan masyarakat, serta menjalankan aksi kemanusiaan di tingkat global.
Dengan jaringan yang luas, profesionalisme dalam pengelolaan organisasi menjadi kebutuhan utama agar MDMC dapat merespons tantangan kebencanaan secara lebih efektif.
Menghadapi tahun 2025, MDMC terus memperkuat dan memperbarui model pengelolaan organisasi guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas kerja. Selain itu, penerapan tata kelola berbasis perencanaan, pemantauan, dan evaluasi yang lebih modern juga dilakukan, baik di Indonesia maupun di tingkat global melalui PCIM.
Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, mengapresiasi upaya PCIM dalam membangun solidaritas penanggulangan bencana meskipun dengan keterbatasan.
“PCIM telah merintis ikatan kemanusiaan untuk membantu sesama, meski dengan keterbatasan. Saya berharap ke depan dapat dibentuk unit khusus di PCIM di berbagai negara untuk memperkuat kerja-kerja kemanusiaan,” ujarnya.
Budi juga mencontohkan kontribusi Muhammadiyah dalam penanganan bencana di Turki, termasuk pengiriman tim lengkap bersama pemerintah Indonesia serta distribusi tenda bagi warga terdampak. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan kapasitas Emergency Medical Team (EMT) internasional Muhammadiyah.
“EMT Muhammadiyah merupakan satu-satunya lembaga kemanusiaan swasta dari Indonesia yang sedang dalam proses pengakuan oleh WHO. Saat ini dalam tahap verifikasi, dan jika lolos, tim ini akan menjadi salah satu yang tercepat dalam merespons darurat global,” jelasnya.
Melalui pendampingan ini, diharapkan PCIM dapat semakin aktif dalam penanggulangan bencana di negara masing-masing serta memperkuat koordinasi dengan MDMC dan berbagai mitra, baik di dalam maupun luar negeri. (*/tim)
