Memahami Ayat-ayat Kauniyah

Memahami Ayat-ayat Kauniyah
*) Oleh : Muhammad Nashihudin, MSi
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
www.majelistabligh.id -

Ayat kauniyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah SWT melalui fenomena alam dan kejadian di dunia ini. Berikut beberapa contoh ayat kauniyah ¹:

– Surat Al-Ghasyiyah Ayat 17-20
– “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?” (QS Al-Ghasyiyah: 17)
– “Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS Al-Ghasyiyah: 20)

– Surat Al-Fajr Ayat 4
– “Demi bilangan genap dan ganjil dari segala sesuatu. Demi malam apabila telah lenyap.” (QS Al-Fajr: 4)

– Surat Al-Baqarah Ayat 259
– “Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: ‘Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?'” (QS Al-Baqarah: 259)

Ayat-ayat kauniyah ini mendorong kita untuk memperhatikan dan memahami tanda-tanda kekuasaan Allah SWT di alam semesta, serta meningkatkan iman dan kesadaran akan kebesaran-Nya. Dengan mempelajari ayat-ayat kauniyah, kita dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang agama dan meningkatkan kualitas iman serta hidup sebagai seorang Muslim.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ لَاٰ يٰتٍ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 190)

Adapun tanda tanda kekuasaan Allah Swt yang terbentang di langit dan bumi agar manusia sadar bahwa semua ini ada yang menjaga dan merawat dengan baik yaitu Allah swt.

1. Adapun mahluk ciptaan Allah harus dijadikan sumber ilmu.

اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِ بِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

Maka tidaklah mereka memerhatikan unta, bagaimana diciptakan?
(QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 17)

وَاِ لَى السَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ

Dan langit, bagaimana ditinggikan?
(QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 18)

وَاِ لَى الْجِبَا لِ كَيْفَ نُصِبَتْ

Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?”
(QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 19)

وَاِ لَى الْاَ رْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Dan bumi bagaimana dihamparkan?”
(QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 20)

2. Binatang yang melata dijamin rezkinya Allah swt.

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
(QS. Hud 11: Ayat 6)

3. Semua makhluk tunduk dan patuh pada Allah

وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّظِلٰلُهُمْ بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ

Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 15)

4. Makhluk Yang takut pada Allah adalah manusia yang berilmu

وَمِنَ النَّا سِ وَا لدَّوَآ بِّ وَا لْاَ نْعَا مِ مُخْتَلِفٌ اَ لْوَا نُهٗ كَذٰلِكَ ۗ اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَا دِهِ الْعُلَمٰٓ ؤُا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ

Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”
(QS. Fatir 35: Ayat 28)

5. Kajian Tafsir Ibnu Katsir Semua tunduk dan patuh Allah swt
Ar-Ra’d, ayat 12-13
{هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ (12) وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ (13) }

Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepada kalian untuk menimbulkan kekalutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Mahakeras siksa-Nya.

Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menceritakan Dialah yang menundukkan kilat, yaitu cahaya kemilau yang menyilaukan dari sela-sela awan.

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas pernah berkirim surat kepada Abul Jalad, bertanya kepadanya tentang kilat. Maka Abul Jalad menjawab bahwa kilat adalah air (hujan).

Firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:

{خَوْفًا وَطَمَعًا}

ketakutan dan harapan. (Ar-Ra’d: 12)

Qatadah mengatakan bahwa ketakutan bagi orang yang sedang dalam perjalanan yakni takut terhadap bahayanya. Dan harapan bagi orang yang bermukim (ada di tempat tinggalnya) adalah berharap berkah dan manfaat dari kilat, serta mengharapkan rezeki Allah (yaitu hujan).

{وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ}

dan Dia mengadakan awan mendung. (Ar-Ra’d: 12)

Yakni Allah menciptakannya dalam bentuk yang baru. Awan mendung ini —karena banyaknya air yang dikandungnya— maka berada dekat dengan permukaan bumi. Mujahid mengatakan bahwa as-sahabussiqal artinya awan yang mengandung air.

 

Tinggalkan Balasan

Search