Adapun firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:
{وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ}
dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah. (Ar-Ra’d: 13)
Maksudnya, mereka meragukan kebesaran Allah yang sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Dia.
{وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ}
dan Dialah Tuhan Yang Mahakeras siksa-Nya. (Ar-Ra’d: 13)
Ibnu Jarir mengatakan bahwa siksaan Allah yang amat keras hanya ditujukan kepada orang yang kelewat batas terhadap-Nya serta berkepanjangan dalam kekufurannya. Ayat ini maknanya serupa dengan firman Allah (Subhanahu wa Ta’ala).:
{وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ}
Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedangkan mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. (An-Naml: 50-51)
Dari Ali r.a., disebutkan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan Dialah Tuhan Yang Mahakeras siksa-Nya. (Ar-Ra’d: 13) Yakni sangat keras pembalasan-Nya.
Mujahid mengatakan bahwa Allah sangat kuat (Mahakuat).
Maha benar Allah akan semua firmanNya. (*)
