*)Oleh: Dr. Sholikhul Huda, M. Fil. I
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, peran perguruan tinggi sebagai pilar kemajuan bangsa menjadi semakin krusial. Kampus tidak hanya dituntut untuk melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam konteks ini, kampus Muhammadiyah memiliki tanggung jawab yang lebih besar: membangun keunggulan akademik yang bersinergi dengan nilai-nilai Islam untuk menciptakan keberkahan di dalamnya.
Maka dari itu, membangun kampus Muhammadiyah yang unggul dan berkah bukan hanya visi mulia, melainkan sebuah keniscayaan yang harus menjadi kesadaran dan roadmap PTMA Se-Indonesia yang tertuang dalam Rencana Strategis (Restra) dan Rencana Operasional (Renop) .
Kampus Unggul dalam Perspektif Muhammadiyah
Kampus unggul tidak hanya diukur dari pencapaian akademik dan peringkat akreditasi, tetapi juga dari kualitas proses pendidikan, keaktifan dalam riset dan inovasi, serta kontribusi terhadap penyelesaian masalah umat dan bangsa.
Dalam pandangan Muhammadiyah, keunggulan harus didasarkan pada nilai-nilai tauhid, amanah, dan ijtihad. Pendidikan tidak hanya membentuk intelektualitas, tetapi juga membangun karakter berkeadaban.
Perguruan tinggi Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam menghadirkan pendidikan yang membumi dan menjawab tantangan zaman, tanpa kehilangan ruh keislaman. Hal ini sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, yakni pembaruan yang tidak lepas dari akar nilai-nilai Islam.
Menyemai Nilai Keberkahan Hidup
Konsep berkah dalam Islam bukan sekadar bertambahnya nikmat secara kuantitas, tetapi juga terpeliharanya manfaat dan kebaikan dalam jangka panjang. Indikator kampus berkah adalah hati tenang dalam bekerja, gaji berkah, rezeki lancar, mahasiswa sopan baik, keluarga sakinah, kerja di kampus nyaman dan tidak saling menjatuhkan atau konflik.
Kampus yang berkah adalah kampus yang aktivitasnya membawa maslahat bagi banyak pihak, yang keberadaannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Keberkahan hadir saat kampus dikelola dengan niat yang benar, tata kelola yang amanah, dan orientasi pelayanan kepada umat. Ini tercermin dari etika kerja sivitas akademika, kejujuran dalam proses akademik, serta komitmen terhadap dakwah dan pengabdian masyarakat.
Kampus yang berkah juga menjadi rumah spiritual yang menyejukkan, bukan hanya ruang akademik yang formalistik.
Strategi Mewujudkan Kampus Muhammadiyah Unggul dan Berkah
Pertama, kampus Muhammadiyah perlu menanamkan kepemimpinan yang visioner, profesional, dan berakhlak. Para pimpinan universitas bukan hanya administrator, tetapi juga teladan moral dan spiritual bagi seluruh sivitas akademika.
Kedua, integrasi ilmu umum dan keislaman harus diperkuat melalui kurikulum yang dirancang secara holistik. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menempatkan ilmu dalam kerangka nilai dan tanggung jawab sosial.
Ketiga, peningkatan mutu SDM, terutama dosen dan tenaga kependidikan, menjadi kunci. Kampus unggul hanya dapat dibangun oleh orang-orang yang memiliki semangat belajar, mengajar, dan berdakwah secara konsisten.
Keempat, kampus harus membangun jejaring dan kolaborasi strategis dengan dunia industri, lembaga riset, dan institusi internasional untuk memperluas pengaruh dan daya saingnya. Namun, kolaborasi ini tidak boleh mengorbankan identitas dan prinsip Islam.
Kelima, budaya kerja yang menghidupkan nilai-nilai keberkahan perlu diciptakan. Dari kebersihan lingkungan kampus hingga kejujuran akademik, semua harus merefleksikan kesadaran spiritual dan tanggung jawab sosial.
Membangun kampus Muhammadiyah yang unggul dan berkah bukanlah proses instan, tetapi merupakan kerja kolektif yang berkelanjutan. Dibutuhkan sinergi antara pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Keunggulan akademik tanpa keberkahan akan kehilangan arah, sementara keberkahan tanpa kualitas akan kehilangan daya saing.
Sudah saatnya kampus Muhammadiyah tampil sebagai role model perguruan tinggi Islam modern yang tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga kader umat dan bangsa. Dengan semangat tajdid, mari kita rawat dan kembangkan kampus Muhammadiyah menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, dan akhlaq. (*)
*) Wakil Ketua Asosiasi Program Pascasrajana Perguruan Tinggi Muhammdiyah/Aisyiah (APPATMA) & Wakil Direktur Pascasarjana Univ Muhammadiyah Surabaya
