“Youth is your most precious asset; use it wisely, because the best investment is an investment in yourself.”
(Masa muda adalah hartamu yang paling berharga. Gunakan dengan bijak, karena investasi terbaik adalah investasi terhadap diri sendiri.)
Masa muda adalah waktu krusial untuk mengasah kemampuan berpikir dan mengembangkan potensi diri.
Sejak awal, kesungguhan dalam belajar menjadi kunci; tak ada ruang untuk bermalas-malasan. Istilah “muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga” perlu diluruskan.
Kekayaan di masa tua atau jaminan surga di akhirat menuntut kesungguhan belajar, kerja keras, dan semangat beramal saleh di waktu muda.
Sukses di masa tua bukanlah hasil dari kemalasan, melainkan buah dari perjuangan. Hal ini sebagaimana hadits qudsi berikut:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي أَعْطَيْتُهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
“Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pasti melindunginya.” (HR. Bukhari, 6502, Fathul Bâri 11/348)
Allah SWT juga berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)
Maka sungguh beruntung orang-orang beriman dan bertakwa yang menjadikan dunia sebagai ladang untuk menanam bekal menuju akhirat.
Semoga bermanfaat. (*)
