Risalah Islam Berkemajuan (RIB) hasil Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tidak boleh berhenti sebatas wacana atau ritual ibadah individual semata. Tuntunan tersebut harus dibumikan secara nyata untuk menjawab krisis global, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketimpangan sosial.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gita Danu Pranata, dalam pengajian Sapa Jamaah Ahad Pagi di Masjid Ulil Albab Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo, Ahad (11/10/2026).
Gita menilai, secara substansi Islam adalah agama yang membawa kemajuan. Namun, realitas menunjukkan banyak umat Islam yang belum mencerminkan nilai-nilai kemajuan tersebut karena praktik keagamaan yang belum komprehensif.
“Masih ada keberagamaan yang sifatnya sebatas administratif atau ‘Islam KTP’—mengaku beragama Islam tetapi meninggalkan salat. Tingkatan di atasnya adalah mereka yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya (habl min Allah wa habl min an-nas). Namun, tingkatan tertinggi dalam beragama adalah ketika seseorang mampu memberi manfaat nyata bagi sesama dan lingkungan (Islam rahmatan lil ‘alamin),” papar Gita.
Menurut Gita, pembumian nilai-nilai RIB sangat relevan dengan situasi dunia saat ini yang sedang mengalami krisis multidimensi, seperti kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Dalam konteks ini, nilai keislaman selaras dengan pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian bumi.
“Dunia saat ini sedang mengalami krisis akibat kerusakan lingkungan yang kian parah. Salah satu poin penting dalam SDGs adalah tindakan nyata menanggulangi perubahan iklim. Inilah manifestasi dari Islam rahmatan lil ‘alamin, di mana ajaran Islam menuntut kita untuk menjaga kehidupan,” tegasnya.
Ia memungkas bahwa prinsip khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya) harus menjadi fondasi utama dalam beragama. Keberagamaan sejati tidak boleh berhenti di tempat ibadah, tetapi harus hadir membawa solusi bagi kemanusiaan dan alam semesta. (*/tim)
