”Guidance is not awaited, but received; Allah does not look at who you were before, but who you want to improve today”
”(Hidayah bukan ditunggu, tapi dijemput; Allah tidak melihat siapa kamu dulu, tapi siapa kamu yang mau berbenah hari ini)”
Setiap jiwa pasti pernah tertatih oleh lelah dan terjatuh dalam salah. Namun, seburuk apa pun lembaran masa lalumu, ingatlah bahwa Allah tidak pernah mengunci pintu-Nya.
Jangan menunggu hati menjadi suci baru beranjak mendekat, karena ibarat pakaian kotor yang dibawa ke air mengalir, begitupun hati, ia akan dibersihkan justru saat kita bersimpuh di hadapan-Nya. Pulanglah sekarang, sebab rahmat-Nya jauh lebih luas daripada samudera khilafmu.
Ketuklah pintu taubat itu, karena di sana, ketenangan yang sejati telah menantimu. Allah SWT berfirman,
قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ…….
Artinya:
“Katakanlah: ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah…‘”(Qs. Az-Zumar: 53)
Ayat ini adalah seruan penuh cinta dari Allah bagi mereka yang merasa “kotor” karena dosa. Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah mengampuni semua dosa bagi siapa pun yang bertaubat, menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk kembali.
Dalam hadis, Dari Abu Musa Abdullah bin Qais Al asy’ari, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
إِن الله تعالى يبْسُطُ يدهُ بِاللَّيْلِ ليتُوب
مُسيءُ النَّهَارِ وَيبْسُطُ يَدهُ بالنَّهَارِ ليَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِن مغْرِبِها
Artinya:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu membeberkan tanganNya, yakni kerahmatan-Nya di waktu malam untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu siang dan juga membeberkan tangan-Nya di waktu siang untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu malam. Demikian ini terus menerus sampai terbitnya matahari dari arah barat, yakni di saat hampir tibanya hari kiamat, karena setelah ini terjadi, tidak diterima lagi taubatnya seorang.” (HR. Muslim No. 2759)
Hadis ini menekankan bahwa Allah Maha Pengampun dan selalu membuka kesempatan bertaubat, selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan taubatnya tulus.
Jadi, Mendekat kepada Allah bukanlah hadiah bagi mereka yang sudah saleh, melainkan obat bagi mereka yang merasa berdosa. Jangan biarkan rasa malu menghalangimu untuk kembali, karena Allah sangat mencintai rintihan hamba yang bertaubat melebihi tasbihnya para ahli ibadah yang sombong.
Semoga bermanfaat.
