Memuliakan Allah SWT yang Maha Mulia dengan amalan yang utama yaitu taati perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, bersih dari noda syirik, menyembah dan mengikhlaskan pengabdian kepadaNya.
Sedangkan berbuat baik kepada kedua orangtua alias tidak menyakiti keduanya, baik ucapan maupun perbuatan sehingga mereka rida pada putra putrinya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)
Memahami ayat ini menunjukkan bahwa manusia harus memuliakan Allah SWT dengan bertauhid yang benar tanpa noda syirik dan berbakti kepada kedua orang tua dengan akhlak mulia.
Menjaga hubungan baik dengan Allah SWT melalui ibadah sedangkan memuliakan kedua orang tua adalah dengan muamalah yang sehat.
Adapun amalan yang dapat memuliakan Allah SWT dan mendatangkan rida-Nya:
1. Tidak berbuat syirik
قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)
2.Manusia untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan adalah ibadah dengan tulus ikhlas
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
“maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat),”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 98)
وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ
“dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 99)
3. Pasrah dan tunduk kepada hukum hukum Nya
قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 162)
لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
“tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).””
(QS. Al-An’am 6: Ayat 163)
4. Berkah ramadan
Pada bulan Ramadhan ini ada saat dan waktu yang mana Allah SWT dengan para hambaNya sangat dekat dan akan mengabulkan doa doanya. Waktu sahur adalah waktu terbaik ijabahnya doa-doa karena merupakan sepertiga malam yang terakhir. Bahkan waktu paling utama untuk Salat Tahajjud yaitu di waktu sahur ini. Sesuai dengan hadis Rasulullah SAW berikut:
قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ
يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ (صحيح البخاري
Sabda Rasulullah SAW :
“Tuhan kita Yang Maha Luhur dan Maha Agung turun setiap malam kepada langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, seraya menyeru : Adakah yang menyeru Ku maka Aku akan menjawab untuknya, adakah yang memohon pada Ku maka Aku akan memberinya, adakah yang beristighfar pada Ku maka akan Kuampuni untuknya”
(Shahih Bukhari)
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
