Menakar Visi 3 Calon Pemimpin Spemsa Surabaya, Siapa yang Paling Unggul ?

Menakar Visi 3 Calon Pemimpin Spemsa Surabaya, Siapa yang Paling Unggul ?
www.majelistabligh.id -

SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, yang lebih dikenal dengan sebutan Spemsa, baru saja menuntaskan salah satu agenda paling strategis dalam kalender organisasinya, Senin (5/1/2026).

Suasana sekolah yang berlokasi di pusat kota ini tampak lebih khidmat dari biasanya. Sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, telah dilangsungkan Fit and Proper Test bagi tiga calon Kepala Sekolah yang akan menentukan arah masa depan Spemsa untuk periode mendatang.

Proses suksesi kepemimpinan di Spemsa bukanlah agenda biasa. Sebagai sekolah yang menjadi barometer pendidikan Muhammadiyah di Surabaya, pemilihan nahkoda baru harus dilakukan melalui penyaringan yang sangat ketat dan transparan.

Tim seleksi yang menguji para kandidat pun terdiri dari jajaran yang sangat kompeten, mulai dari unsur Guru internal Spemsa, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga jajaran elit dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

Sinergi ketiga unsur ini memastikan bahwa pemimpin yang terpilih memiliki kualifikasi manajerial yang mumpuni sekaligus loyalitas ideologis yang tinggi terhadap persyarikatan.

​Tiga Sosok, Tiga Kekuatan Berbeda

Panggung pemilihan kali ini menghadirkan tiga kandidat yang memiliki latar belakang yang sangat kontras namun sama-sama kuat. Hal inilah yang membuat diskusi di meja panitia seleksi menjadi sangat dinamis.

​1. Husnur Rif’an : Sang Arsitek Kebijakan Dikdasmen
Husnur Rif’an hadir dengan modal pengalaman birokrasi yang kuat. Perannya sebagai pimpinan di Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kecamatan Semampir menjadikannya sosok yang sangat paham mengenai tata kelola lembaga pendidikan secara sistemik.

Dalam sesi ujian, Husnur banyak menekankan pada aspek standarisasi mutu dan efisiensi manajemen. Baginya, Spemsa harus memiliki sistem yang “ajeg” agar siap menghadapi perubahan kebijakan pendidikan nasional yang cepat.

​2. Purnama Edhi Wicaksono : Energi Muda dan Inovasi Digital
Kandidat kedua, Purnama Edhi Wicaksono, membawa aura yang berbeda di ruang ujian. Sebagai guru yang dikenal sangat enerjik dan merupakan representasi dari pendidik muda, Purnama adalah simbol dari semangat perubahan.
Purnama memahami betul psikologi siswa generasi Alpha yang menjadi subjek didik di Spemsa saat ini.

Keunggulannya terletak pada inovasi pembelajaran berbasis digital dan kreativitas dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif namun tetap religius. Jika terpilih, Purnama diprediksi akan melakukan akselerasi pada sektor teknologi pendidikan di Spemsa.

​3. Fauzan: Tokoh Visi Makro dari Pimpinan Wilayah

Sementara itu, kandidat ketiga, Fauzan, memberikan bobot kewibawaan yang sangat besar. Keterlibatannya sebagai pimpinan di Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur memberikannya keunggulan dalam hal jaringan makro dan penguatan ideologi.

Fauzan memiliki visi untuk membawa Spemsa tidak hanya menjadi sekolah unggulan di tingkat kota, tetapi juga menjadi pusat pengkaderan Muhammadiyah yang diperhitungkan di tingkat provinsi. Kemampuan orasi dan diplomasinya menjadi nilai tambah yang sangat kuat dalam sesi wawancara.

​Proses Seleksi yang Komprehensif
​Selama lima jam penuh, mulai dari pukul 08.00 pagi, ketiga kandidat diuji dalam berbagai aspek. Mulai dari pemaparan visi dan misi, pendalaman pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, hingga strategi menghadapi tantangan penurunan minat masuk sekolah swasta di era zonasi.

Setiap jawaban yang dilontarkan harus mampu meyakinkan tim seleksi dari unsur PDM dan PCM bahwa mereka adalah sosok yang tepat untuk menjaga marwah Spemsa.

“Kami mencari pemimpin yang mampu menjadi jembatan antara akar tradisi Spemsa yang kuat dengan tuntutan inovasi masa depan. Hasil dari fit and proper test ini akan menjadi dasar bagi pimpinan persyarikatan untuk menetapkan siapa yang paling pantas memimpin,” ujar salah satu anggota panitia seleksi.

​Menanti Nahkoda Baru
​Setelah proses yang berakhir pada pukul 13.00 WIB tersebut, kini bola panas berada di tangan tim penilai.
Hasil dari uji kelayakan ini akan segera dikaji untuk kemudian diumumkan dalam waktu dekat.

Warga sekolah, mulai dari guru, karyawan, hingga wali murid, menanti dengan penuh harap akan hadirnya sosok pemimpin yang mampu membawa Spemsa Surabaya menjadi sekolah yang semakin unggul, berkemajuan, dan tetap menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah.

​Siapapun yang terpilih nantinya, tugas besar telah menanti di pundak mereka untuk terus mengibarkan panji-panji Muhammadiyah melalui jalur pendidikan di Kota Surabaya. (abdul fatah)

Tinggalkan Balasan

Search