Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendorong pihak sekolah untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran langsung guna mendukung konsep pembelajaran mendalam (deep learning).
Pesan tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMAN 1 Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.
Menurut Abdul Mu’ti, pemanfaatan lingkungan sekolah merupakan bagian integral dari penerapan deep learning yang terintegrasi melalui hidden curriculum—yakni nilai, kebiasaan, dan pengalaman belajar tidak tertulis yang terbentuk dari interaksi harian siswa dengan lingkungannya.
“Penerapan deep learning itu antara lain terintegrasi dengan penciptaan lingkungan sekolah yang kita sebut hidden curriculum. Lingkungan yang tertata tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membentuk karakter dan menumbuhkan rasa ingin tahu murid,” ujar Mu’ti.
Ia mencontohkan langkah sederhana, seperti memasang papan informasi berisi nama lokal, nama ilmiah, karakteristik, hingga manfaat pada pohon-pohon di area sekolah. Melalui pengalaman langsung tersebut, siswa didorong untuk mengamati, bertanya, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Progres Revitalisasi Sekolah
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meninjau langsung proyek fisik di SMAN 1 Patikraja yang mencakup pembangunan dua ruang baru dan rehabilitasi tiga ruangan. Area gedung juga dirancang agar berpotensi dikembangkan menjadi ruang kelas tambahan secara teknis di masa mendatang.
Ia menegaskan pentingnya tata kelola dan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan agar sarana yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi proses belajar-mengajar.
Sebagai informasi, program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2025, program ini menjangkau 1.783 sekolah dengan anggaran Rp1,475 triliun serta menyerap 23.430 tenaga kerja.
Sementara pada 2026, sebanyak 5.443 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total nilai Rp4,169 triliun. Hingga kini, dana sebesar Rp2,434 triliun telah disalurkan ke 4.597 sekolah dan menyerap 62.609 tenaga kerja.
Khusus Kabupaten Banyumas, program revitalisasi 2026 mencakup 176 sekolah dengan nilai PKS Rp114,875 miliar, melonjak tajam dibanding tahun 2025 yang menjangkau 30 sekolah (Rp29,786 miliar). Saat ini, realisasi penyaluran di Banyumas telah mencapai Rp69,387 miliar untuk 156 sekolah dengan serapan 1.996 tenaga kerja. (*/tim)
