Mendikdasmen Sampaikan Apresiasi atas Kontribusi Nyata Muhammadiyah Surabaya dalam Dunia Pendidikan

Mendikdasmen Sampaikan Apresiasi atas Kontribusi Nyata Muhammadiyah Surabaya dalam Dunia Pendidikan
www.majelistabligh.id -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, MEd menyampaikan apresiasi kepada jajaran Muhammadiyah Kota Surabaya atas kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Hal itu disampaikan Mendikdasmen saat meresmikan penggunaan Gedung 2 (lantai 1& 2) SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas), Sabtu ( 7/2/26).

“Saya bersyukur dapat hadir dalam peresmian SD Muhammadiyah 15 Surabaya ini. Apa yang direncanakan sepuluh tahun lalu, Alhamdulillah hari ini mulai terwujud dengan berdirinya dua lantai dari rencana lima lantai. Ini menunjukkan komitmen dan konsistensi Muhammadiyah dalam membangun pendidikan,” ungkap Prof Mu’ti, panggilan akrab Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan, Kemendikdasmen senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas untuk semua.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Mu’ti juga menekankan program Sekolah Aman dan Nyaman yang tengah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurutnya, sekolah aman tidak hanya dimaknai sebagai bangunan yang kokoh dan lingkungan yang sehat, bebas dari polusi dan risiko fisik, tetapi juga aman secara intelektual, spiritual, dan sosial.

“Sekolah harus menjadi tempat di mana anak-anak merasa seperti di rumah sendiri. Aman secara intelektual berarti anak-anak berani belajar, berani bertanya, dan tidak takut salah. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar,” jelasnya.

Ia mencontohkan dengan kisah sederhana tentang seorang anak yang keliru menjawab pertanyaan saat ujian, namun justru dari situlah proses belajar terjadi dan tidak boleh langsung divonis atau dimatikan rasa ingin tahunya.

Lebih lanjut, Prof Mu’ti menyoroti pentingnya keamanan spiritual bagi peserta didik. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mengamalkan ajaran agama, menumbuhkan religiositas, dan memperkuat akidah, tidak hanya melalui doktrin, tetapi juga melalui pendampingan yang penuh empati.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental dan bunuh diri di kalangan anak dan remaja, termasuk anak-anak usia belia.

“Ini menjadi kegelisahan kita bersama. Anak-anak membutuhkan ruang aman secara spiritual dan psikologis. Mereka perlu dipandu, didampingi, dan didengarkan agar tidak merasa sendiri,” tuturnya dengan nada haru.

Peresmian Gedung Lantai 1 dan 2 SD Muhammadiyah 15 Surabaya ini diharapkan menjadi awal dari penyelesaian pembangunan gedung secara keseluruhan, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pendidikan yang unggul, aman, nyaman, dan berkarakter.

Dengan sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat, SD Muhammadiyah 15 Surabaya diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, sehat secara mental, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Peresmian Gedung 2 SDM Limas merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang pembangunan sarana pendidikan milik persyariakan tersebut sejak 10 tahun lalu. Gedung yang diresmikan merupakan bagian dari rencana pembangunan gedung bertingkat yang secara keseluruhan akan berjumlah lima lantai, dan dikenal dengan sebutan “LIMAS TOWER”.

Komitmen Muhammadiyah Membangun Pendidikan Unggul.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. M. Ridlwan, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya sebagian pembangunan gedung tersebut.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini SD Muhammadiyah 15 Surabaya dapat meresmikan penggunaan Gedung Lantai 1 dan 2. Ini adalah hasil dari ikhtiar panjang selama 10 tahun, karena gedung ini telah dirancang hampir satu dekade yang lalu,” ujarnya.

Ia menegaskan, SD Muhammadiyah 15 Surabaya merupakan salah satu Sekolah Dasar unggulan Muhammadiyah di wilayah Surabaya Barat, berdampingan dengan SD Muhammadiyah 14 di wilayah Barat Utara. Keunggulan ini, menurutnya, sejalan dengan garis kebijakan PDM Kota Surabaya.

“Seluruh sekolah Muhammadiyah harus berada di atas Standar Nasional Pendidikan. Tidak boleh ada yang berada di bawah standar, karena jika di bawah standar akan membebani pemerintah. Sebaliknya, jika berada di atas standar, maka akan menjadi kebanggaan pemerintah dan bangsa,” tegasnya.  (ali shodiqin)

 

Tinggalkan Balasan

Search