*)Oleh: Nurkhan
Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng Gresik
Meneladani akhlak Rasulullah SAW di bulan Ramadan berarti mengamalkan nilai-nilai luhur yang beliau contohkan, baik dalam ibadah (hubungan dengan Allah SWT), interaksi antar sesama, maupun kedisiplinan dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, menjalani ibadah di bulan suci ini tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban fisik, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas diri agar lebih baik dalam beribadah dan berinteraksi dengan sesama makhluk Allah SWT.
Lalu, bagaimana akhlak Rasulullah SAW yang wajib diteladani oleh umatnya yang pernah beliau kerjakan di bulan Ramadan? Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW di bulan Ramadhan:
-
Puasa dengan Kesabaran dan Keikhlasan
Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Rasulullah SAW juga bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari No. 38, Muslim No. 760)
-
Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ “Jibril menemui Nabi setiap malam di bulan Ramadan, lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an kepadanya.” (HR. Bukhari, no. 6; Muslim, no. 2308)
-
Doa Mustajab bagi Orang Berpuasa
Rasulullah SAW bersabda: ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ “Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi, no. 2526)
-
Menjaga Lisan dan Perbuatan
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari, no. 1903)
-
Bersedekah dan Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ “Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya.” (HR. Bukhari, no. 6; Muslim, no. 2308)
Rasulullah SAW juga bersabda: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا “Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi, no. 807; Ibnu Majah, no. 1746)
-
Menjaga Silaturahmi
Rasulullah SAW bersabda: لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ “Tidak masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Bukhari, no. 5984; Muslim, no. 2556)
-
Salat Malam dan Iktikaf di 10 Hari Terakhir
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang mendirikan salat di malam bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, no. 37; Muslim, no. 759)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ “Ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari, no. 2024; Muslim, no. 1174)
Hadis-hadis ini menjadi pedoman bagi kita dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW selama bulan Ramadhan, sehingga tidak hanya mendapatkan pahala puasa, tetapi juga keberkahan dan kemuliaan yang lebih besar di sisi Allah SWT.
Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW di bulan Ramadan, kita akan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, memperbanyak amal kebaikan, menjaga akhlak, serta meningkatkan hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. (*)
