Dalam diri Rasulullah terdapat suri teladan yang merupakan contoh terbaik untuk umat Islam. Teladan tersebut meliputi akhlak mulia seperti kejujuran (Al-Amin), kesabaran, keadilan, amanah (dapat dipercaya), kecerdasan (fathonah), dan kemampuan menyampaikan (tabligh)
Beliau diberi gelar Al-Amin karena selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan. Beliau menunjukkan kesabaran dan tawakal saat menghadapi cobaan. Rasulullah selalu menegakkan kebenaran tanpa memandang status sosial. Beliau dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya.
Beliau memiliki kecerdasan dan kepandaian. Beliau memiliki kemampuan menyampaikan kebenaran. Sikap ini tercermin dari cara beliau berinteraksi dengan orang lain. Beliau menunjukkan toleransi dalam menghadapi berbagai macam perbedaan.
Ketika disodori pertanyaan tentang bagaimana cara mati yang baik, rata-rata kita menjawab: saat salat, saat mengikuti majelis ilmu, saat sedekah, saat membaca Al Qur’an, dll. Bagaimana Rasulullah wafat? Saat sedang di pangkuan istrinya (Aisyah).
Pesan yang kita peroleh adalah bahwa ibadah yang paling panjang adalah berumah tangga. Menjaga pasangan, menjaga hati adalah salah satu kuncinya.
Berumah tangga adalah salah paham berkali-kali, meminta maaf berkali-kali, memaafkan berkali-kali, berlapang hati berkali-kali.
Itulah mengapa Rasulullah menjadi inspirasi, suri teladan bagi umat muslim. Allah berfirman,
لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”
(QS Al-Ahzab : 21)
Kehidupan dan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi sumber bimbingan dan inspirasi. Meneladani beliau membantu menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan meneladani beliau, umat muslim berharap mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga bermanfaat.
