Udara pagi di Desa Kauman terasa sejuk saat puluhan jemaah berkumpul di Masjid Jamik Nglencong, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Ahad (27/9/2026). Di tengah suasana yang khusyuk, jemaah antusias menyimak Pengajian Sepuluh Menit (Kulsum) yang dibawakan oleh Ustaz Dr. Slamet Muliono Redjosari, Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur.
Dalam tausiah singkat namun padat tersebut, Ustaz Slamet mengajak seluruh jemaah untuk terus semangat memupuk kesabaran dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menghadiri majelis ilmu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pikiran agar tetap positif. Menurutnya, pikiran negatif dan stres bukan hanya merusak suasana hati, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik.
“Jangan biarkan pikiran negatif menguasai kita. Hati yang selalu berburuk sangka bisa memicu berbagai penyakit, seperti kolesterol, darah tinggi, hingga diabetes,” ujar Ustaz Slamet mengingatkan.
Untuk memperjelas pesannya, Ustaz Slamet mengangkat kisah inspiratif Nabi Yusuf as sebagai teladan utama dalam bersabar dan bertakwa. Ia menceritakan bagaimana Nabi Yusuf pernah dilempar oleh saudara-saudaranya ke dasar sumur yang gelap. Di tempat yang seolah tanpa harapan itu, Allah Swt menurunkan wahyu dan memberikan secercah harapan bahwa suatu hari Nabi Yusuf akan menceritakan kembali perbuatan saudara-saudaranya tersebut.
Harapan dan iman itulah yang menjaga semangat hidup Nabi Yusuf. Meski menghadapi ujian berat tanpa ada manusia yang melihat—bahkan tanpa adanya teknologi seperti CCTV di zaman itu—Nabi Yusuf tetap teguh menjaga ketakwaan dan kesabarannya. Berkat keteguhan hati tersebut, Allah memuliakan dan menaikkan derajat Nabi Yusuf menjadi sosok yang sangat berpengaruh, sementara saudara-saudaranya akhirnya bertobat.
Ustaz Slamet menegaskan bahwa resep untuk menjadi orang besar dan mulia di mata Allah maupun manusia sangatlah sederhana, yaitu sabar saat tertimpa musibah dan tetap bersabar ketika menerima kenikmatan. Tanpa rasa sabar, kenikmatan justru bisa menjadi ujian yang menjerumuskan.
“Orang kaya sekalipun, jika tidak memiliki rasa sabar dan takwa, bisa gelap mata hingga masuk penjara. Kunci kemuliaan hidup itu sederhana: bertakwa dan bersabar,” tegasnya di akhir pengajian.
Melalui pengajian singkat ini, jemaah Masjid Jamik Nglencong diharapkan dapat pulang dengan hati yang lebih tenang dan semangat baru untuk meneladani kesabaran Nabi Yusuf dalam menghadapi dinamika kehidupan. || chusnun
