Bangsa arab di masa Nabi Muhammad SAW., masa yang penuh kebanggaan. Mereka memiliki karakter memuja dan memuji kelebjhan yang dimiliki. Memiliki anak, maka anak pun menjadi kebanggaannya, memiliki onta, onta pun dibanggakannya, memjljki kuda, kuda pun dipuji dan dipuja. Lebih-lebih dirham, maka semakin menjadikn gengsi semakin tinggi.
Di lain sisi, mereka juga sangat membanggakan sastra. Hal ini dibanggakan dalam wujud syair. Di antara syair itu sebagai berikut:
ستبدي لك الأيام ماكنت جاهلا ؛ ويأتيك بالأحبار مالم تزود.
(Satubdi laka al-aiyamu maakunta jaahilan, waya’tiika bil-ahbaari maalam tuzauwidi).
Artinya; “Peredaran hari akan memberi tahu kepadamu apa yang kamu tidak tahu, Bersama berita-berita akan datang kepadamu apa yang tidak engkau persiapkan,” Hamka dalam Tafsir QS Yasin.
Kandungan Syair
Syair di atas populer kurun waktu 1400 tahun yang lalu. Namun dengan fenomena zaman ke zaman, sampai kini pun masih menjadi segar bila kita perhatikan lingkaran peredaran informasi. Di dalam syair di atas memberikan dua unsur pesan;
🍥Pertama, “Peredaran hari akan memberi tahu kepadamu apa yang kamu tidak tahu. Ini menyimpan sebuah arti bahwa hari dengan waktu yang beredar akan terus memberikan sebuah pengetahuan atau kabar yang belum kita temui akan kita ketahui, lebih-lebih zaman sekarang (zaman dunia maya).
🍥 Kedua, “Bersama berita-berita akan datang kepadamu apa yang tidak engkau persiapkan, artinya situasi yang sangat komplek, kabar yang sangat cepat menembus cakrawala dunia global setiap saat kita terima yang muncul di genggaman tangan kita.
🌎 Ibrah
1. Pameo Jawa ; Sering dikatakan orang “dhunyo besuk bakal sak godong kelor” (🌿) artinya “Dunia besuk akan selebar daun kelor” yaitu dunia ada di telapak tangan, dunia di ujung jari telunjuk kita.
2. Menggengam munia maya ; media sosial dari SMS, BBM, WA, Instagram, Telegram, Fb, tiktok merupakan dunia global yang tidak terelakkan, yang setiap detik kabar apa pun masuk di telapak tangan kita. Inilah yang penulis maksud menggenggam dunia maya.
✍ Catatan
Syair di atas betul-betul terbukti dengan fenomena zaman ini yang populer dengan sebutan zaman now, zaman milenial.
Ingat!✊ di genggaman tangan ini ada amal shaleh”
—🌎 “Genggamlah Dunia Maya Dengan Akhlaq Mulia” 🌎—–
Maka keselamatan dunia maya adalah bagi orang-orang yang tidak gampang percaya dengan informasi yang ada, yang belum tentu kebenaranya. Kecermatan, kehati-hatian dalam mencerna kabar adalah sebuah keselamatan.
Allah SWT juga memberikan sebuah petunjuknya tentang bagaimana mensikapi kabar yang beredar, sebagaimana firmannya ;
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَا سِقٌ بِۢنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِۢجَهَا لَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 6)
🤲🏻 Do’a
رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
“(Lut berdoa), Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 169)
اهدنا الصراط المستقيم
Semoga Allah membekali kita dengan takwa, tetap mampu memilih kabar dan mengirim yang baik serta manfaat. (*)
