Menghapus Stigma: Makna Hari Disabilitas Nasional

Menghapus Stigma: Makna Hari Disabilitas Nasional
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”True potential is not limited by conditions, but is hindered by views”
“(Potensi sejatinya tidak terbatas oleh kondisi, tapi terhalang oleh pandangan)”

​Disabilitas adalah ragam keterbatasan (fisik, mental, sensorik) yang menimbulkan hambatan partisipasi akibat faktor lingkungan. Penggunaan istilah ini menggantikan “penyandang cacat” demi menghargai harkat manusia. Ironisnya, stigma “kurang dari” masih menguat, memicu kecemasan, depresi, dan kelelahan emosional. Kita wajib menjamin inklusi total. Allah SWT berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.“(Qs. Al-Hujurat: 13).

Ayat ini menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda (bangsa, suku) agar saling mengenal, bukan untuk saling membanggakan, dan kemuliaan seseorang di sisi Allah diukur dari tingkat ketakwaannya, bukan dari keturunan, kekayaan, kemampuan fisik, atau status sosial, karena Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

​Mari dihari disabilitas nasional kita jadikan momen menggalang kesadaran bahwa kesetaraan adalah hak, dan bahwa setiap individu berharga tanpa terkecuali.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search