“Sincerity does not have a desire, but to accept what already exists, and submit the end result to God”
“(Ikhlas bukan tidak memiliki keinginan, melainkan menerima apa yang sudah ada, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan)”
Sikapilah setiap masalah dengan proporsional. Terlalu larut dalam kekecewaan hanya akan menghabiskan energi. Ketika sebuah harapan besar, seperti pekerjaan impian, tiba-tiba hilang, jangan biarkan pikiran Anda terperangkap. Meratap tidak akan mengembalikannya. Sebaliknya, bersikaplah tenang dan yakin bahwa ada hikmah di baliknya. Hal Ini selaras dengan firman-Nya,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya:
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”(Qs.Al-Insyirah:5-6)
Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka kepada Allah dan menenangkan diri.
Boleh jadi, apa yang tampaknya hilang itu adalah cara Allah mempersiapkan Anda untuk sesuatu yang jauh lebih baik. Sebagaimana dalam hadis,
Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya:
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim No. 2999)
Jadi, jangan bersedih terlalu lama atas apa yang luput dari genggaman. Percayalah, Allah sedang menyiapkan skenario yang lebih indah. Jadikan setiap kegagalan sebagai jembatan menuju keberhasilan yang lebih besar yang telah Allah siapkan untuk Anda.
Semoga bermanfaat.
