Menjemput Rezeki Ilahi, Ini 5 Amalan Pembuka Pintu Berkah

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
www.majelistabligh.id -

Semua makhluk hidup di dunia ini terlahir dengan rezekinya masing-masing tanpa terkecuali. Rezeki pun terbagi menjadi dua hal, ada yang tak membutuhkan usaha kita seperti udara dan panca indera, serta rezeki yang wajib diusahakan seperti bekerja dan kesehatan.

Hakikatnya, rezeki sudah disiapkan. Tugas kita hanyalah berikhtiar dengan menjemput rezeki tersebut melalui pekerjaan ataupun bisnis. Namun ikhtiar saja terkadang tidak cukup, meskipun kita sudah banting tulang.

Nah, berikut ini adalah 5 amalan untuk membarengi ikhtiarmu. Insya Allah deh rezekimu akan semakin lancar.

1. Berdoa

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322.

Ya, doa adalah senjata ampuh untuk membarengi segala ikhtiar yang kita lakukan. Doa dan ikhtiar adalah dua hal yang tak bisa dilepaskan.

Ikhtiar adalah usaha kita sebaik mungkin untuk menjemput rezeki, dan doa adalah meminta yang terbaik kepada Allah atas segala yang telah kita usahakan. Dan yakinlah bahwa setiap doa kita akan didengar dan terkabul, tentunya dengan cara yang dikehendaki Allah.

2. Salat Dhuha

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475)

Sudah menjadi rahasia umum jika shalat Dhuha merupakan sarana ibadah agar rezeki kita dilancarkan, seperti yang disebutkan dalam hadis diatas.

Tak hanya dilancarkan rezeki, shalat Dhuha juga memiliki faedah lainnya,seperti setara dengan pahala umrah.

3. Bersedekah

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim, no. 2588)

Makna hadis di atas sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah ada dua penafsiran:

Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Secara inderawi dan realita bisa dirasakan.

Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. (Syarh Shahih Muslim, 16: 128)

Secara kasat mata, harta kita akan berkurang saat bersedekah. Namun hakikatnya, sedekah justru akan melipat gandakan harta kita. Kenapa? Karena yang akan menggantinya adalah Allah. Dan Allah-lah sebaik-baik pemberi balasan.

4. Silaturahmi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557).

Kata Imam Nawawi dilapangkan rezeki adalah diluaskan atau diperbanyak rezekinya. Juga bisa maksudnya adalah Allah berkahi rezekinya. (Syarh Shahih Muslim, 16: 104)

Ibnu Hajar dalam Al-Fath menjelaskan, “Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak.”

Dengan sillaturahmi, artinya kita memperbanyak pertemanan dan memperluas jaringan. Disanalah tersedia kesempatan kita juga untuk memperlancar rezeki entah bisnis maupun mencari pekerjaan.

Silaturahmi tak hanya berkunjung, tapi juga menjalin komunikasi dan bertegur sapa. Dengan silaturahmi juga kita mampu saling berbagi ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan.

5. Takwa

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan memberikannya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq [65] : 2-3)

Kita pasti ingin segala keperluan kita dicukupkan dan diberkahi, dan seperti dalam ayat diatas, Allah telah menjanjikan akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan dan rezeki yang tak kita sangka-sangka. Tapi dengan satu syarat, yaitu takwa.

Takwa artinya kita selalu menjaga diri kita untuk tetap di jalan Allah dengan melakukan segala
perintahnya dan menjauhkan diri dari yang dilarangnya.

Selama diri kita bisa berada terus dalam jalan yang benar, maka Allah akan selalu memberikan jalan keluar dan rezekinya yang penuh berkah.

Rezeki bisa berbentuk uang, kesehatan, kebahagiaan dan ketenangan yang bahkan lebih berharga daripada uang. (*)

Tinggalkan Balasan

Search