Menteri Mu’ti: Pemimpin Sekolah Harus Luas dan Luwes

Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
www.majelistabligh.id -

Hari terakhir Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu (30/9/2026) berlangsung penuh kehangatan dan kekhidmatan.

Suasana istimewa mewarnai kegiatan yang diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV BisPar), Parung, Bogor tersebut. Sebab Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. hadir di tengah-tengah peserta.

Uniknya, kehadiran sosok menteri ini tidak diawali dengan arahan formal di dalam ruang seminar. Sejak sebelum fajar menyingsing, Pak Menteri sudah tiba di lokasi untuk menjadi imam salat Subuh berjamaah di masjid kompleks BBPPMPV BisPar, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kuliah tujuh menit (kultum).

Peserta Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyimak kultum dari Pak Menteri. (ist)
Peserta Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyimak kultum dari Pak Menteri. (ist)

Kehadiran sosok pejabat negara di fajar hari ini sebelumnya telah dikoordinasikan oleh protokol kementerian sejak malam hari sebelumnya. Pak Menteri sengaja memilih momen salat Subuh berjamaah untuk menyapa, menyemangati, dan memberikan motivasi langsung kepada para pimpinan Majelis Dikdasmen PDM serta kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Dalam kultumnya yang sejuk namun membakar semangat, Prof. Abdul Mu’ti menitipkan sejumlah pesan penting terkait kepemimpinan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sektor pendidikan. Menurutnya, seorang pimpinan AUM dituntut untuk memiliki pandangan yang luas sekaligus sikap yang luwes.

“Sebagai pimpinan AUM, kita harus luas pandangannya dan luwes dalam mengambil keputusan serta bergaul. Jangan menutup diri, tapi jadilah pemimpin yang adaptif, mau menemui, dan siap mendengarkan orang lain,” ujar Pak Menteri di hadapan ratusan peserta Rakornas.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa AUM bukanlah sekadar lembaga pendidikan biasa, melainkan lahan utama untuk berdakwah. Oleh karena itu, para Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah Unggul dipesan agar senantiasa menjaga semangat, tampil percaya diri, serta menjadi sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah. Pemimpin juga harus berani mengambil risiko, tidak takut berbeda pendapat, dan berani mencoba hal-hal baru.

“Jangan takut gagal, karena kegagalan pada dasarnya adalah kesuksesan yang tertunda. Seorang pemimpin sejati harus memiliki visi jangka panjang, berani mengambil risiko, disiplin, amanah, serta terus membuka komunikasi dengan berbagai pihak yang berpengalaman,” tambahnya.

Sebagai penutup kultumnya, Prof. Abdul Mu’ti mengingatkan kembali kekayaan modal utama yang telah dimiliki oleh Muhammadiyah untuk terus memajukan dunia pendidikan di tanah air. Ada empat modal besar yang menurutnya harus terus dijaga dan dikembangkan oleh para pengelola pendidikan Muhammadiyah:

  1. Modal Nama Besar: Muhammadiyah merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang besar, kokoh, dan dikenal luas hingga penjuru dunia.
  2. Modal Nama Baik: Warga dan penggerak Muhammadiyah selama ini dikenal memiliki reputasi yang tinggi, amanah, disiplin, bertanggung jawab, dan sungguh-sungguh dalam mengelola organisasi.
  3. Modal SDM yang Unggul: Sumber daya manusia di lingkungan Muhammadiyah diisi oleh kaum intelektual yang bekerja secara profesional dan berintegritas.
  4. Modal Kedermawanan: Tradisi memberi dan berbagi sudah menjadi napas gerakan Muhammadiyah. Bahkan, jaringan sekolah dan madrasah Muhammadiyah adalah salah satu wujud kedermawanan terbesar bagi bangsa dan negara Indonesia.

Pesan-pesan segar di waktu Subuh dari Mendikdasmen ini menjadi penutup Rakornas yang penuh kesan. Ratusan peserta yang hadir kembali ke daerah masing-masing dengan membawa bekal semangat baru untuk merealisasikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing tinggi. || sholihin fanani

 

Tinggalkan Balasan

Search