Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar kegiatan Bedah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Selasa (30/9/2025) di Ruang Rapat Lantai 4 At- Tuhid. Acara ini diikuti oleh 20 dosen dari Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Program Doktor Studi Islam (SI).
Kegiatan bedah RPS menjadi agenda penting yang digagas Sekolah Pascasarjana dalam rangka menjamin mutu akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui forum ini, para dosen melakukan telaah, diskusi, dan penyelarasan materi perkuliahan agar lebih kontekstual, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Direktur Sekolah Pascasarjana UM Surabaya, Dr. M. Ridlwan, M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan bedah RPS merupakan bagian integral dari upaya penjaminan mutu akademik.
“RPS adalah dokumen akademik yang menjadi pedoman bagi dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran. Karena itu, kualitas RPS akan sangat menentukan arah, capaian, dan efektivitas pembelajaran di kelas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Ridlwan menekankan pentingnya konsistensi dosen dalam menyusun dan mengimplementasikan RPS. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut adanya inovasi, integrasi teknologi, serta pendekatan yang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan solutif.
“Bedah RPS ini menjadi langkah strategis agar dosen selalu siap menghadirkan pembelajaran yang bermutu, terukur, dan berorientasi pada capaian lulusan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, Dr. Sholihul Huda, M.Fil.I menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan dilaksanakan secara rutin pada setiap awal semester. Tujuannya adalah memastikan kesiapan dosen dalam menjalankan perkuliahan sekaligus menjaga kesinambungan mutu akademik.
“Dengan kegiatan ini, kita berupaya agar setiap dosen tidak hanya sekadar mengajar, tetapi benar-benar menyiapkan pembelajaran yang terstruktur, terencana, dan mendukung visi Sekolah Pascasarjana sebagai institusi unggul,” jelasnya.
Dr. Sholihul Huda menambahkan, penjaminan mutu melalui bedah RPS tidak hanya penting bagi dosen, tetapi juga memberikan dampak langsung pada mahasiswa. Melalui RPS yang tersusun dengan baik, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih sistematis dan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.
“Kami ingin memastikan bahwa proses pembelajaran di Sekolah Pascasarjana UM Surabaya benar-benar memberi manfaat maksimal bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun profesional,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen juga terlibat aktif memberikan masukan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan tantangan pembelajaran di era digital. Diskusi berlangsung hangat dan produktif, menandakan adanya semangat kolektif untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Pascasarjana.
Bedah RPS kali ini diharapkan menjadi momentum awal menuju penguatan budaya mutu akademik di lingkungan Pascasarjana UM Surabaya. Dengan adanya penyelarasan dokumen RPS, Sekolah Pascasarjana berkomitmen menjaga standar akademik sekaligus merespons dinamika perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan bahwa setiap program studi di lingkungan Pascasarjana akan menjadikan bedah RPS sebagai agenda rutin yang melekat pada siklus akademik. Dengan demikian, upaya mewujudkan Sekolah Pascasarjana UM Surabaya sebagai institusi unggul dan berdaya saing global dapat terwujud secara berkelanjutan. (sholikh al huda)
