Menulis Kebaikan Bukan Karena Telah Menjadi Baik

www.majelistabligh.id -

*) Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri   

Aku menulis tentang kebaikan, bukan berarti aku sudah ahli di dalamnya, meski aku sedang berusaha untuk menyelaminya.

Aku memposting tentang nasihat, bukan bererti aku sudah hebat.
Karena sampai kapan pun aku akan tetap memerlukankan nasihat orang lain.

Aku mengingatkan KITA akan akhirat, bukan berarti aku telah dipastikan akan tenteram di sana
meski sampai nanti aku akan tetap berusaha untuk meraihnya.

Aku tidak akan takut orang menilaiku buruk dan hanya baik di luar atau apa pun itu kata mereka selalu menasihati padahal diri ini juga masih belum baik. Ya, akan selalu ada orang yang akan berpikiran seperti itu.

Itu bukanlah masalah,
karena itu juga tak sepenuhnya salah.
Sebab apa yang kuucap dan apa yang kutulis adalah juga sebagai pengingat untuk diri sendiri.

Sedang YANG LEBIH MENAKUTKAN AKU adalah, saat orang lain telah menilaiku baik tanpa cela, ahli ibadah dan sebagainya, sedangkan aku masih sangat jauh untuk mendapatkannya.

Aku hanyalah manusia biasa, makhluk Allah yang juga melakukan salah juga dosa.

Apa yang aku katakan
adalah apa yang memang sudah Allah perintahkan.
Setidaknya untuk menyampaikan apa yang harus disampaikan.

Seperti yang sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”
(HR Bukhari)

Untukmu di sana, menulislah untuk apa pun yang ingin kamu tulis, meski itu hanya kau sendiri yang mampu memahaminya.
Dan sampaikanlah apa yang seharusnya disampaikan, meski kau juga sedang belajar untuk menerapkannya.

Semoga bermanfaat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search