Bulan suci Ramadan adalah madrasah agung bagi setiap mukmin. Memaknai momentum ini, SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto menggelar kegiatan Taruna Melati 1 di Masjid Al Haq Kamis-Jumat (12-13/3/2026). Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya mencetak generasi yang tak hanya berilmu, tetapi juga beradab.
Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya fokus pada ritual ibadah mahdhah, tetapi juga melakukan ikhtiar nyata dalam membina akhlak generasi penerus.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto, Yuni Prihartini, M.Pd menekankan, pendidikan di sekolah Muhammadiyah haruslah berlandaskan pada tauhid. Baginya, kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sekolah dalam menjaga benteng akidah para siswa di tengah derasnya arus zaman.
“Di bulan yang mulia ini, kita ingin anak-anak kita tidak sekadar belajar teori, namun merasakan kesejukan beribadah dan berukhuwah di masjid. Inilah ikhtiar kami agar mereka menjadi pribadi yang kokoh akidahnya, santun tutur katanya, dan lurus langkah pengabdiannya kepada Allah SWT,” tutur Ibu Yuni.

Tarbiyah yang Menyejukkan
Selama dua hari, para peserta diajak untuk menyelami hakikat menjadi seorang muslim yang membawa kemaslahatan bagi sesama. Kurikulum yang disusun bukan sekadar transfer ilmu, melainkan tarbiyah (pembinaan) yang menyentuh jiwa:
* Penguatan Akidah & Ibadah: Menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai poros kehidupan.
* Psikologi Remaja (Refleksi Diri): Membantu siswa mengenali potensi diri sebagai amanah dari Sang Pencipta.
* Komunikasi Efektif: Membekali siswa agar tutur katanya senantiasa membawa kebaikan (dakwah bil lisan) kepada teman sebaya.
Semangat Berfastabiqul Khairat
Ketua PR IPM SMP Muhammadiyah 2 Purwokerto, Nadafa Maulana Putra, mengungkapkan, suasana Ramadan di Masjid Al Haq memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Baginya, belajar di masjid memberikan nuansa ketenangan yang tidak ditemukan di ruang kelas biasa.
“Kami belajar bahwa menjadi pemimpin itu harus dimulai dari kemampuan menundukkan diri di hadapan Allah. Semoga ilmu yang kami dapatkan di sini menjadi bekal untuk terus menebar manfaat bagi orang lain,” ungkap Nadafa penuh harap.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara sekolah dan masjid adalah kunci dalam melahirkan generasi khoiru ummah. Dengan berbekal iman dan ilmu, diharapkan para siswa ini mampu menjadi pelita di lingkungannya, serta teguh memegang prinsip Islam di manapun mereka berada. (agus salim – pcpm Purwokerto selatan)
