Merajut Silaturahim, Meraih Surga: Renungan Awal Tahun 1447 H

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Muharram, bulan yang dimuliakan dalam Islam dan menjadi penanda pergantian tahun Hijriah. Semoga momentum ini menjadi awal yang penuh berkah bagi kehidupan kita semua.

Saudara-saudaraku seiman yang dirahmati Allah,

Setiap muslim sejati hendaknya senantiasa menjalin hubungan baik dengan sesama, baik itu keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kasih sayang, dan solidaritas. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim, dan shalatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan kepada kita pentingnya membangun hubungan sosial yang harmonis dan berlandaskan kasih sayang.

Menyebarkan salam adalah simbol kedamaian, memberi makan adalah bentuk kepedulian, menyambung silaturahim adalah kunci keberkahan, dan salat malam adalah bukti keikhlasan dan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Sesungguhnya, menjaga persatuan dan memperkuat ikatan kekeluargaan bukan hanya sebuah anjuran moral, melainkan juga landasan utama dalam membangun ketakwaan.

Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang menjadikan iman sebagai pijakan dan menjalin kebaikan dalam hubungan sosialnya.

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Tiga hal dalam hadis ini menjadi indikator iman seseorang: memuliakan tamu, menyambung tali silaturahim, dan menjaga lisan.

Jika setiap muslim menjadikan hadis ini sebagai pedoman hidup, niscaya terciptalah masyarakat yang damai, sejahtera, dan diridhai Allah.

Di hari yang penuh berkah ini, mari kita jadikan tahun baru Hijriah sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan meninggalkan perbuatan yang sia-sia.

Mari kita berdoa, bertobat, dan memperbaharui komitmen hidup kita untuk lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama.

Doa dan Harapan di Awal Tahun Baru Hijriah:

  • Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melancarkan segala urusan kita…
  • Memberkahi rezeki kita dan meluaskannya…
  • Menjaga kita dari segala petaka, musibah, dan menjauhkan kita dari marabahaya…
  • Meneguhkan aqidah kita, keluarga, dan anak keturunan kita dari ajaran yang menyimpang…
  • Dan semoga Allah menutup usia kita kelak dalam keadaan husnul khotimah…

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search