MGS Yogyakarta Terima Santri Putra, Memaksimakan Pengembangkan Delapan Kecerdasan

MGS Yogyakarta Terima Santri Putra, Memaksimakan Pengembangkan Delapan Kecerdasan
www.majelistabligh.id -

Menyambut Tahun Baru 1447 Hijriah, Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta menggelar acara bertajuk “Pendidikan Islam Masa Depan: Manusiawi, Holistik, dan Harmonis dengan Alam”, Sabtu (12/7/2025). Acara ini sekaligus menjadi momentum peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama putra berbasis arsitektur tradisional limasan dan joglo.

Gedung tersebut menjadi simbol komitmen MGS sebagai pelopor pesantren berwawasan lingkungan yang tetap menjaga akar kearifan lokal dan mendorong santri untuk mengembangkan delapan kecerdasan secara maksimal.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman, Wakil Ketua PWM DIY Dr. Nur Ahmad Ghazali, Staf Ahli Bupati Sleman Anton Sujarwo, Ketua PCM Gamping Muhaimin, M.Pd, Direktur MGS Dr. Ghoffar Ismail, MA, serta pimpinan ‘Aisyiyah, PCM, PRM, dan AUM se-Gamping.

Dalam ceramahnya, dr. Agus Taufiqurrahman menegaskan bahwa pesantren Muhammadiyah harus menjadi center of excellence atau pusat keunggulan. Mengutip pesan Pak AR, dr Agus Taufiqurrahman menyebut tiga karakter keunggulan yang harus dimiliki lulusan pendidikan yaitu unggul moral-spiritual, unggul intelektual, unggul dalam peran sosial.

Tahun ajaran 2025/2026 menjadi momen penting bagi MGS Yogyakarta. Untuk pertama kalinya, pesantren ini membuka pendaftaran bagi santri putra. Sebelumnya, hanya menerima santri putri. Bahkan, beberapa santri datang dari luar Jawa, seperti Bengkulu di Pulau Sumatera.

Ketua PCM Gamping, Muhaimin, menyampaikan bahwa MGS hadir bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi juga ruang tumbuhnya kader unggul yang berakhlak mulia. MGS Yogyakarta menjadi perintis pendidikan hijau dengan empat pilar unggulan seperti karakter Al-Qur’an, pengembangan diri berbasis multiple intelligences, wawasan lingkungan alam, dan keakraban teknologi informasi.

Muhaimin mengungkapkan, pada tahun pelajaran 2025/206 ini MGS sudah mulai menerima santri putra dan putri. Karena pada sebelumnya baru menerima santri putri. Santri MGS pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia, beberapa santri terjauh yaitu berasal dari Sumatera tepatnya dari Bengkulu.

Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Staf Ahli Bupati Anton Sujarwo, menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah, khususnya Pesantren MGS.

“Kami sangat mengapresiasi bahwa gerakan-gerakan Muhammadiyah akan tetap sejalan dengan dinamika zaman dan akan berkontribusi kepada bangsa, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Sleman,” ujar Anton Sujarwo.

Direktur MGS Yogyakarta Dr Ghoffar Ismail menyampaikan, pembangunan gedung putra baru dengan struktur limasan dan joglo menjadi simbol filosofis harmoni dengan alam.  Ditambahkannya, arsitektur ini merefleksikan semangat green pesantren tempat manusia berdialog dengan alam, bukan menaklukkannya.

Material kayu dipilih untuk mengurangi jejak karbon, desain atap limasan memaksimalkan sirkulasi udara, cahaya, dan sebagian lahan dialokasikan untuk kebun edukasi serta resapan air.

Ghoffar mengungkapkan bahwa pembangunan tahap awal asrama putra MGS memerlukan biaya Rp 500 juta. Selain itu, untuk jangka panjang diperlukan lagi dana pengembangan gedung sekolah dan penambahan asrama putri 4 lantai sebanyak Rp 5 Milyar. Bantuan dapat disalurkan melalui Lazismu MGS Yogyakarta dengan rekening BCA Syariah 0468888961.

Sebagai pesantren modern, MGS menerapkan pendekatan multiple intelligences berbasis potensi alam. Santri didorong mengembangkan delapan kecerdasan yakni 1. Kecerdasan visual-spasial, 2. Kecerdasan linguistik-verbal 3. Kecerdasan logis-matematika,4. Kecerdasan kinestetik-jasmani, 5 Kecerdasan musikal, 6. Kecerdasan interpersonal,7. Kecerdasan intrapersonal 8. Kecerdasan naturalistik. Untuk menunjang itu, memakai pembelajaran bilingual Arab-Inggris. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search