Milad 113 Muhammadiyah: Layanan Lazismu Jatiroto Hadiahkan Smart TV untuk Dua Masjid

Milad 113 Muhammadiyah: Layanan Lazismu Jatiroto Hadiahkan Smart TV untuk Dua Masjid,
www.majelistabligh.id -

Milad ke-113 Muhammadiyah di Jatiroto tahun ini terasa berbeda. Alih-alih sekadar seremoni, Layanan Lazismu Jatiroto memilih menghadirkan terobosan nyata yang menyentuh langsung jantung dakwah akar rumput. Dua masjid di wilayah Jatirotoy aitu Masjid Nurul Huda dan Masjid Shalahuddin menerima hadiah berupa TV portable (smart TV + Google TV) sebagai dukungan konkret untuk memperkuat visualisasi program dakwah serta mendorong digitalisasi kegiatan kemasjidan.

Ketua Layanan Lazismu Jatiroto, Arif Rohman Hakim, SSi menjelaskan, pemberian hadiah ini bukan sekadar simbol perayaan milad. Ia menyebutnya sebagai ikhtiar untuk menggerakkan masjid-masjid Muhammadiyah agar melangkah tegap memasuki ekosistem digital yang semakin mendominasi ruang dakwah.

“Di banyak tempat masjid telah menjadi pusat literasi budaya, sosial, dan keagamaan, kini waktunya masjid menjadi pusat literasi digital yang ramah jamaah dan dekat dengan generasi muda,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Milad 113 Muhammadiyah: Layanan Lazismu Jatiroto Hadiahkan Smart TV untuk Dua Masjid,
Penyerahan smart tv kepada takmir Masjid Shalahuddin. (ist)

Arif memaparkan, dakwah visual bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan. Banyak jamaah, terutama anak muda, yang menangkap pesan lebih baik melalui tayangan visual yang edukatif, estetis, dan interaktif. Karena itu, Layanan Lazismu Jatiroto mengambil inisiatif menghadiahkan perangkat smart TV sebagai pintu masuk untuk pengembangan konten digital kemasjidan, mulai dari dokumentasi kegiatan, bulletin digital, kajian tematik, hingga penyajian info layanan umat.

Pemberian hadiah dilakukan secara langsung melalui seremoni sederhana, hangat, dan sarat makna. Arif Rohman Hakim menyerahkan perangkat smart TV tersebut secara simbolis kepada ketua takmir masing-masing masjid: ketua takmir Masjid Nurul Huda dan ketua takmir Masjid Shalahuddin.

Prosesi serah terima berlangsung penuh keakraban dan disambut antusias oleh takmir serta jamaah yang hadir. Bagi mereka, hadiah ini terasa seperti angin segar yang membuka harapan baru bagi penguatan peran masjid di tengah perkembangan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Arif menegaskan, dakwah tidak boleh bergantung pada pola lama yang bersifat statis.

“Untuk menjawab tantangan zaman, masjid-masjid Muhammadiyah harus berani melakukan modernisasi sarana dakwah tanpa menghilangkan ruh keteladanan dan kedalaman ilmu agama,” jelasnya seraya menambahkan, semangat literasi digital bukan untuk mengikuti tren sesaat, tetapi sebagai strategi dakwah berkemajuan yang relevan bagi generasi saat ini.

Pada Kesempatan lain, Sekretaris Layanan Lazismu Jatiroto, Syahrul Ramadhan, SH, MKn, CLQ, CLA menyampaikan pesan yang menegaskan arah besar gerak dakwah Muhammadiyah. Ia mengingatkan para pendakwah, khususnya para pegiat kemasjidan di lingkungan Muhammadiyah Jatiroto, agar senantiasa memegang pesan Prof. Haedar Nashir yang ia kutip dalam berbagai kesempatan sebagai pondasi moral gerakan:

“Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.” (QS. Al-Maidah [5]: 100).

Syahrul menekankan, pesan ini tidak sekadar ayat pengingat, melainkan prinsip jalan lurus untuk mengarahkan dakwah agar tetap jernih niatnya, kuat integritasnya, dan siap menghadapi tarikan dunia digital yang sering abu-abu. Baginya, teknologi hanyalah alat; yang membuatnya bercahaya adalah akhlak, ketakwaan, dan visi gerakan.

Menariknya lagi, Syahrul menutup penyampaiannya dengan komitmen personal. Ia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi materi pergerakan dakwah digital bagi para kader, takmir, maupun simpatisan Muhammadiyah Jatiroto.

Pengetahuan itu, katanya, merupakan bekal yang ia dapat ketika menjadi utusan PDM Lumajang dalam kegiatan Akademi Dai Digital yang diadakan PP Muhammadiyah bekerja sama dengan PWM Jawa Timur beberapa waktu lalu. Pengalaman tersebut ingin ia amalkan sebagai kontribusi dan amanah ilmu bagi para pegiat dakwah lokal.

Langkah Layanan Lazismu Jatiroto ini memperlihatkan, perayaan milad bukan hanya tentang mengenang usia organisasi, melainkan memperbarui energi gerakan. Hadiah smart TV untuk dua masjid bukan semata benda elektronik, tetapi simbol dorongan untuk membuka ruang digital baru yang lebih kreatif, lebih ramah jamaah, dan lebih mencerminkan identitas dakwah berkemajuan Muhammadiyah. (tim media Lazismu Jatiroto)

 

Tinggalkan Balasan

Search