Milad ke-38, Rumah Sakit Islam Fatimah Gelar Seminar Nasional

Milad ke-38, Rumah Sakit Islam Fatimah Gelar Seminar Nasional
www.majelistabligh.id -

Dalam rangka memperingati Milad ke-38, Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi menggelar Seminar Nasional pada Sabtu (24/10/ 2026). Kegiatan yang bertempat di Aula RSI Fatimah, Jalan Raya Jember No. 25, Kalirejo, Kabat, Banyuwangi ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri atas dokter, perawat, serta tenaga medis dari berbagai rumah sakit pemerintah dan swasta di wilayah Banyuwangi.

Seminar ini mengusung tema “From Saving Brain To Restoring Life: Advances In Stroke Management From Acute Treatment To Functional Recovery”, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan stroke yang cepat, tepat, berbasis bukti, terintegrasi, dan berkesinambungan—mulai dari fase akut hingga rehabilitasi pasien. Hal ini mengingat stroke merupakan penyakit yang sangat bergantung pada waktu (time-sensitive) serta menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah jantung.

Seminar ini menghadirkan Dr. dr. Achmad Firdaus Sani, Sp.N(K), FINS, FINA, dokter spesialis saraf konsultan neurovaskular dan neurointervensi yang berpraktik di Surabaya, sebagai narasumber utama. Acara ini juga didampingi oleh dr. Noviyanti Eka Wardani, Sp.S., dr. Firman Adi Sanjaya, Sp.BS, N-Vas, dr. Juwita Raudlatul Salsabil, Sp.K.F.R., serta dr. Mochammad Nizam Fahmi, Sp.Rad, Subs.RI.

Menurut dr. Firdaus—sapaan akrab Dr. dr. Achmad Firdaus Sani—stroke sebenarnya tidak terjadi secara mendadak. Meskipun tampak tiba-tiba, penyakit ini merupakan akumulasi dari kesalahan pola hidup dan pola makan.

“Beberapa faktor risiko penyebab stroke bukan hanya karena hipertensi atau tekanan darah tinggi, melainkan juga tekanan darah yang rendah serta kadar gula darah yang tinggi,” ujar dokter kelahiran Banyuwangi tersebut.

Ia juga menyampaikan beberapa tips pencegahan agar kondisi tersebut tidak berlanjut menjadi stroke:

“Umumnya penderita stroke dipicu oleh tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi akibat pola makan tinggi lemak dan santan. Selain menjaga pola makan, penderita hipertensi perlu rutin mengonsumsi obat antihipertensi, dan pasien diabetes harus rutin meminum obat penurun gula darah sesuai resep dokter. Di samping itu, penting untuk tidak merokok dan mengatur waktu istirahat secara teratur,” jelasnya

Mengutip pepatah Arab, “Al-waqtu kassaif, in lam taqtha’hu qatha’aka” (Waktu itu bagaikan pedang; jika kamu tidak memotongnya [memanfaatkannya dengan baik], maka ia akan memotongmu), dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menegaskan bahwa penanganan stroke berpacu dengan waktu sehingga membutuhkan ketepatan dan kecepatan. Jika ditangani dengan baik, tingkat kesembuhan pasien akan meningkat, meskipun pemulihannya tidak selalu kembali sempurna seperti sebelum terkena stroke.

Ia juga menegaskan prinsip dasar penanganan stroke: “Time is brain.” Setiap menit sangat berharga karena keterlambatan penanganan dapat menyebabkan jutaan sel otak mati secara permanen.

Makna dan Alasan Utama Penanganan Cepat:

  • Kerusakan Cepat: Saat aliran darah ke otak terhenti—baik karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah—sel-sel otak mulai rusak dalam waktu 3–5 menit.
  • Kematian Jutaan Sel: Setiap satu menit penundaan pengobatan, sekitar 1,9 juta sel otak mati.
  • Risiko Fatal: Semakin lambat ditangani, risiko kecacatan permanen atau kematian semakin tinggi.

Kenali Tanda-Tanda Darurat (Metode FAST):

  • F (Face / Wajah): Wajah mendadak miring sebelah atau tidak simetris.
  • A (Arm / Lengan): Salah satu lengan atau anggota gerak melemah atau tidak bisa diangkat secara tiba-tiba.
  • S (Speech / Bicara): Bicara menjadi pelo, tidak jelas, atau sulit memahami perkataan orang lain.
  • T (Time / Waktu): Jangan menunggu! Segera bawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat yang memiliki layanan stroke.

Semakin awal tanda-tanda stroke disadari dan pasien segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, maka tingkat pemulihannya akan semakin cepat dan baik.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan baik, terutama fasilitas CT Scan yang sudah tersedia di RSI Fatimah. Fasilitas ini dapat diandalkan untuk deteksi dini penyakit stroke sekaligus sebagai pintu masuk untuk melakukan terapi spesifik berikutnya.

“Jangan tunggu sakit baru berobat,” pungkasnya. || Yulia Febrianti

 

Tinggalkan Balasan

Search