Mindset Memaknai Rezeki

Mindset Memaknai Rezeki
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jatim.
www.majelistabligh.id -

Rezek itu ada, bahkan disebut oleh Allah langsung dalam satu ayat. Itu ada sesudah salat.

Allah berfirman dalan Al-Qur’an Suarah Thoha ayat 132
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
Artinya: Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.

Makna Utama Ayat

* Perintah keluarga: Nabi Muhammad ﷺ (dan umatnya) diperintahkan untuk mengajak keluarga menegakkan shalat.

* Kesabaran: Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi perlu kesabaran dan ketekunan dalam menjaganya.

* Rezeki dari Allah: Allah menegaskan bahwa manusia tidak dibebani mencari rezeki untuk Allah; justru Allah-lah yang memberi rezeki.

* Kesudahan baik: Akhir yang mulia hanya bagi orang-orang yang bertakwa.

Relevansi Praktis

* Dalam keluarga: Ayat ini menjadi dasar penting bagi pendidikan keluarga, bahwa salat adalah fondasi spiritual yang harus dijaga bersama.

* Dalam kepemimpinan: Seorang pemimpin (ayah, guru, atau tokoh masyarakat) dituntut untuk menegakkan ibadah sebagai teladan.

* Dalam mindset spiritual: Ayat ini mengajarkan bahwa fokus utama bukan pada kecemasan mencari rezeki, tetapi pada ketakwaan dan ibadah yang konsisten.

Kalau ngomong ayat bener.

Pertanyaanya: Kalau rezeki itu ada sesudah salat, seharusnya orang yang ahli salat rezekinya banyakan. Tapi ada yang salat tidak pernah, tapi rezeki lancaran dia.

Saya pikir kita sepakat rezeki ada sesudah ibadah, rezeki ada sesudah takwa, dan rezeki ada sesudah salat. Itu artinya yang rajin salat, yang saleh, yang takwa rizekinya lancar. Berarti yang bandel rezekiinya seret. Ini kok suka kebalik, yang rajin salat, yang rajin ngaji hidupnya melarat, yang tidak ibadah rezekinya lancar lancar aja.

Jawabanya :
Pertama. Adalah mindset kita memaknai rezeki itu uang, duit, harta benda. Itu salahnya. Yang dijanjikan Allah adalah rezeki.

Makna Rezeki dalam Islam

* Materi: uang, makanan, pakaian, rumah, harta benda.

* Non-materi: kesehatan, ilmu, waktu, keluarga, sahabat, kesempatan berbuat baik, ketenangan hati.

* Spiritual: iman, hidayah, kemampuan beribadah, rasa syukur, ketakwaan.

Ayat-Ayat yang Menunjukkan Luasnya Rezeki

1. QS. Al-Baqarah (2:3):
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

2. QS. An-Nahl (16:53):
وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَۚ
Artinya: Segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. Kemudian, apabila kamu ditimpa kemudaratan, kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.

Dari sini jelas bahwa rezei bukan hanya uang, tetapi segala nikmat yang memungkinkan manusia hidup, berkembang, dan mendekat kepada Allah. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search